"Sudah teruji secara statistik (PDIP menang besar) jika Jokowi dideklarasikan sebelum Pemilu Legislatif," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada wartawan, Senin (6/1/2014).
Menurut Qodari, jika deklarasi Jokowi segera dilakukan maka efek ke perolehan suara PDIP di Pileg nanti lebih terasa. Jika terlambat, maka PDIP bisa gagal mengejar target 20%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa riset yang dilakukan Indo Barometer memang menunjukkan suara PDIP bisa terdongkrak dengan pencapresan Jokowi. Survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) yang melakukan studi terhadap hasil survei politik sepanjang tahun 2013 berkesimpulan Jokowi harus segera dideklarasikan sebelum Pileg jika PDIP ingin menang besar.
Berdasarkan hasil survei sepanjang tahun 2013 lalu, elektabilitas Joko Widodo kerap kali menempati posisi teratas. Dia mengungguli Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri, dan Wiranto.
Apabila Jokowi tidak dicapreskan di 2014, Prabowo Subianto menjadi tokoh yang sangat diuntungkan karena Prabowo selalu berada di belakang Jokowi di setiap hasil survei capres.
Berikut delapan elektabilitas calon presiden 2014 yang berada di atas 5 persen, berdasar hasil analisis survei politik sepanjang 2013:
1. Joko Widodo: 22,97 %
2. Prabowo Subianto: 19,01 %
3. Aburizal Bakrie: 12,09 %
4. Megawati Soekarnoputri: 11,42 %
5. Wiranto: 7,28 %
6. Jusuf Kalla: 5,27%
7. Abraham Samad: 5,20 %
8. Dahlan Iskan: 5,19 %
(van/nrl)











































