Mereka yang Mengaku Kehilangan Duit Hingga Perhiasan di Bagasi Pesawat

Mereka yang Mengaku Kehilangan Duit Hingga Perhiasan di Bagasi Pesawat

Rachmadin Ismail - detikNews
Senin, 06 Jan 2014 14:07 WIB
Mereka yang Mengaku Kehilangan Duit Hingga Perhiasan di Bagasi Pesawat
Jakarta - Kasus istri perwira polisi yang kehilangan perhiasan Rp 500 juta di bagasi pesawat bukanlah yang pertama. Ada kasus serupa yang pernah terjadi dengan nilai barang yang berbeda.

Sedikitnya ada 4 cerita dari para penumpang yang mengaku kehilangan barang berharga di bagasi pesawat. Sebagian ada yang sudah terungkap, sisanya tak jelas pelakunya. Ada juga penumpang yang menggugat di pengadilan dan dibalas gugatannya oleh maskapai penerbangan.

Berikut kasus-kasus tersebut:

Perhiasan Rp 100 juta

Seorang penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mengaku kehilangan perhiasan dalam bagasi pesawat Lion Air senilai Rp 100 juta. Penumpang bernama Corry (23) itu pun melaporkan kehilangan itu ke polisi.

"Kemarin memang ada laporan, tapi yang namanya bagasi kan penanganannya panjang, mulai dari tempat dia berangkat sampai ke Bandara Soekarno-Hatta," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Kompol Siswo Yuwono saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (17/9/2012).

Siswo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus kehilangan barang-barang berharga ini. Belum ada informasi lanjutan soal masalah ini.

Informasi dari Humas Polda Metro Jaya menyebutkan, perhiasan senilai Rp 100 juta itu hilang saat penumpang pesawat Lion Air JT 0351 itu tiba di area kedatangan 1 A Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (26/9) sekitar pukul 10.20 WIB.

Penumpang pesawat Lion Air itu tiba bersama suaminya dari Padang ke Jakarta. Setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, korban memeriksa tas koper miliknya yang disimpannya di bagasi. Ternyata gembok yang mengunci resleting sudah rusak. Barang-barang berharga milik korban juga hilang.

Korban kehilangan satu set perhiasan emas Hello Kitty, 3 gelang emas keroncong, 21 gelang emas ukuran kecil, 1 set anting emas putih, 1 buah liontin huruf C, dan 1 kalung liontin Angry Bird. Jumlah kerugian sekitar Rp 100 juta.

Nenek Kehilangan Rp 5 Juta

Kasus pencurian barang berharga di bagasi pesawat bukan hanya dialami istri polisi. Pengalaman sama juga datang dari Endang S Ekawati. Nenek yang tinggal di Depok ini kehilangan uang Rp 5 juta di bagasi dalam penerbangan Lion Air.

Sebenarnya Endang berharap petugas kepolisian dan pihak Lion Air bisa segera bertindak kala peristiwa itu terjadi pada 5 Desember 2013 lalu. Kala itu, Endang terbang dari Jakarta bersama keluarganya menuju Jambi.

Uang itu adalah uang tabungan selama beberapa tahun. Maklum sudah lama dia tak menengok anak cucunya di Jambi.

"β€ŽPas nyampe di bandara Jambi dan dapat kopernya nggak sempat dicek dulu, karena kondisinya masih bagus. Pas sampai di rumah dicek koper isi kue berantakan dan koper yang isi pakaian dan dompet masih rapi, tapi uangnya hilang," jelas Endang.

β€ŽHingga satu bulan tak ada kabar soal nasib uangnya yang hilang. Endang hanya bisa pasrah dan mencoba ikhlas. Dia berharap kejadian ini tak menimpa penumpang yang lain.

Advokat Bawa Perhiasan Rp 2,9 M Digugat

Umbu
Advokat Umbu S Samapaty mengaku kehilangan koper yang disimpannya di bagasi pesawat Lion Air pada penerbangan 8 Oktober 2011 lalu. Barang yang di dalam kopor tersebut berisi cincin dan perhiasan lainnya senilai Rp 2,959 miliar.

Dia lalu menggugat Lion Air ke pengadilan. Dalam gugatannya dia membeberkan sejumlah perhiasan tersebut, mulai dari cincin berlian hingga jam Rolex.

Di tingkat pertama, gugatan Umbu ditolak hakim. Belakangan dia digugat balik oleh Lion Air. Kasus ini masih bergulir.

Perhiasan Rp 500 juta Istri Polisi

Titi Yusnawati, istri Kasubdit III Dirnarkoba Polda Kalbar AKBP Idha Endi Prasetyono, membawa perhiasan bernilai ratusan juta rupiah di bagasi pesawat Lion Air. Perhiasan itu sempat hilang dicuri, namun akhirnya berhasil kembali.

Barang bukti perhiasan itu adalah 2 buah cincin kawin emas, satu buah cincin emas, 3 buah cincin emas putih, 1 buah rantai emas putih, 1 buah rantai emas kuning, 1 buah gelang emas putih, 1 buah bandul kalung emas kuning, 1 buah kalung putih, dan bandulnya emas putih, 1 pasang anting emas putih bermata mutiara, dan 1 pasang anting emas putih. Ada juga dua jam Rolex.

Titi yang dikenal sebagai pengusaha sukses ini kemudian melapor ke kepolisian bandara. Pencarian besar-besaran pun digelar. Mulai dari petugas di Bandara Soekarno-Hatta hingga di Supadio, Pontianak. 12 Orang langsung menjalani pemeriksaan di Polsek Bandara Supadio Pontianak pada Sabtu (4/1/2014) siang.

Berselang beberapa jam, polisi akhirnya menetapkan tiga tersangka pelaku pencurian emas-emas tersebut yang ternyata pegawai porter Lion Air di Pontianak. Mereka adalah Supandi, Agung, Suheri dan Pitriadi.
Halaman 2 dari 5
(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads