"Ini upaya kita untuk mengurangi tingkat kemacetan, utamanya pada jam-jam sibuk. Jadi saya mengoptimalkan anggota di lapangan, anggota yang di Samsat, staf-stafnya saya suruh ke lapangan untuk membantu mengurai kemacetan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol R Nurhadi Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/1/2014).
Nurhadi mengatakan, penempatan anggota lantas di lapangan, diakuinya tidak dapat meng-cover seluruh titik rawan macet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Kanit STNK Samsat Jakarta Timur AKP Andrian mengatakan, anggota Samsat Jaktim yang diturunkan ke lapangan setiap harinya ada 80 orang. Mereka disebar di 8 titik rawan macet di sepanjang Jalan DI Panjaitan hingga Halim, Jakarta Timur.
"Ini memang implementasi dari kebijakan Pak Direktur yang baru (Kombes Nurhadi), kita tidak ada masalah, kita siap mem-back up anggota lantas yang di lapangan," ujar Adrian.
Adrian mengatakan, anggota Samsat Jaktim ditempatkan di sepanjang Jl DI Panjaitan hingga Halim dan juga di depan PGC Cililitan karena memang di situ banyak U-turn dan persimpangan.
"Kita tempatkan di situ agar tidak terlalu semerawut," imbuhnya.
Ia menyampaikan, anggota Samsat Jaktim yang diterjunkan ke lokasi macet di bawah komando Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, Kompol Supoyo.
"Anggota diterjunkan pada jam-jam rawan macet pada pagi hari dan sore hari. Kalau pagi dari jam 06.00-07.30 WIB, kalau sore dari jam 15.30-20.00 WIB, tergantung situasi kondisi di lapangan," ucapnya.
Ia menambahkan, di setiap titik macet itu ditempatkan 2 anggota Samsat yang bertugas secara berganti-gantian. Lanjutnya, penempatan anggota Samsat di lapangan dipastikan tidak akan mengganggu tugas dan fungsi mereka dalam pelayanan masyarakat di Samsat.
"Tidak mengganggu, karena kan (pengaturannya) sebelum jam masuk dan sesudah jam kerja. Saya juga tiap pagi laporkan ke TMC, situasinya bagaimana," tukasnya.
(mei/rmd)











































