"Pertama, non PDIP dan cuma berharap Indonesia jadi lebih baik dengan dipimpin Jokowi," kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Senin (1/6/2014).
Kedua adalah fenomena pro Jokowi yang bermunculan dari internal PDIP. Menurut Qodari, ada orang-orang terbuang di internal PDIP yang mengadu nasib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena ketiga adalah caleg PDIP yang barharap bisa masuk DPR. Mendompleng popularitas Jokowi dianggap jadi kunci sukses duduk di DPR.
"Elite PDIP yang masih di dalam dan berharap suara PDIP tinggi sekaligus berharap dapat kursi di DPR RI," pungkasnya.
(van/nrl)











































