4 Tangkisan Ahok Kala Dituding Arogan

4 Tangkisan Ahok Kala Dituding Arogan

Niken Widya Yunita - detikNews
Senin, 06 Jan 2014 10:55 WIB
4 Tangkisan Ahok Kala Dituding Arogan
Jakarta - Mulai 3 Januari 2014, PNS Pemprov DKI Jakarta dilarang ke kantor menggunakan mobil atau motor setiap awal bulan pada Jumat. Peraturan itu tidak berlaku bagi Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok dituding arogan karena tidak mematuhi Ingub 150/2013 itu. Ahok pun tidak ambil pusing dengan tudingan tersebut.

Berikut tangkisan-tangkisan Ahok seperti dirangkum detikcom, Senin (6/1/2013):

1. Emang Gue Arogan

Ahok menyerahkan penilaian pada masyarakat atas sikapnya yang tetap membawa mobil setiap Jumat di awal bulan.

"Nah sekarang orang mau ngapain terserah kamu. Nggak mau pilih saya juga nggak apa-apa. Bilang Ahok arogan, emang gue arogan. Terserah lu-lah," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jumat (3/1/2014).

Yang terpenting baginya adalah masyarakat bisa merasakan hasil kerja kerasnya selama ini. Ahok menantang PNS DKI untuk meneladani kinerjanya selama ini.

"Nggak ada tidur di kantor. Rapat terus, nyambung terus, contoh saya dan jangan nyolong satu sen pun dari orang lain," kata Ahok.

"Dan berani membuktikan harta kamu, biaya hidup dan pajak yang sesuai, contoh saya, itu namanya teladan. Saya nantang itu. Jadi PNS kalau mau contoh saya, buktikan harta kamu," imbuhnya.

2. Naik Angkot Harusnya Tiap Hari

Ahok merasa tak perlu ikut naik angkutan umum. Baginya, naik angkutan umum seharusnya setiap hari. Jika hanya sekali sebulan, lebih baik tidak.

"Saya kalau mau setiap hari kaya gitu. Makanya saya siapkan bus. Makanya kalau berpikir sebulan sekali, oh saya nggak suka pura-pura. Nggak bisa saya pura-pura naik bus," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2014).

"Kalau saya nggak suka, lebih baik nggak," lanjutnya.

Ahok mengatakan, jika nanti di dalam instruksi gubernur disebutkan bahwa dirinya harus naik angkutan umum, dia akan melakukannya.

"Justru kalau satu bulan sekali, kenapa harus repot, ngapain gue musti naik bus kalau cuma sebulan sekali. Kalau mau naik harus sering. Baru ada efek," katanya.

3. TransJ Selalu Penuh

Ahok mengaku dirinya tak pernah naik bus TransJakarta (TransJ). Sebab, bus yang memiliki jalurnya sendiri ini selalu penuh.

"Sampai hari ini, saya belum pernah naik busway karena penuh. Untuk apa saya naik busway?" ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2014).

Dengan nada santai, Ahok berujar bisa saja dirinya dengan sedikit melakukan langkah-langkah curang untuk ikut naik angkutan umum.

"Gimana caranya? Saya telepon itu Pak Butar-butar, tolong TransJakarta dijejelin di belakang agak banyak karena saya akan naik di stasiun kota atau pluit sehingga saya bisa duduk. Tapi untuk apa? Bus juga nggak cukup," ujarnya.

"Hanya untuk gara-gara saya dan rombongan saya naik. Saya jejerkan untuk apa. Show off kayak gitu, untuk kalian. Nggak bisa buat saya kayak gitu," imbuhnya.

4. Datang Paling Pagi, Pulang Paling Malam

Sebagian pihak menilai, dengan tetap naik mobil ke kantor hari ini, Ahok dinilai tak mampu menjadi pemimpin yang memberi contoh yang baik. Dengan gaya khasnya, Ahok menanggapi hal itu dengan santai lengkap dengan tantangan balik.

"Ya harus kasih contoh kan, saya kira kasih contoh untuk tidak korupsi, Anda masuk kerja paling pagi, pulang paling telat," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2014).

Ahok menilai keteladanan baginya adalah ketika ada yang mencontohnya bekerja dengan sungguh-sungguh. Tak ada waktu untuk istirahat, dari pagi hingga malam penuh dengan agenda rapat.

"Itu esensinya bagi saya. Itu jauh lebih penting. Kalau PNS mau teladan, teladani yang itu dulu," lanjutnya.

Sedangkan jika dibandingkan dengan Jokowi yang memang telah rutin bersepeda setiap hari Jumat, Ahok pun tak ambil pusing.

"Kalau Pak Jokowi kan dekat, sudah terbiasa," kata Ahok.

"Jadi kalau PNS mau contoh, contoh saya, tiap hari olahraga setengah jam. Anda bisa disiplin seperti itu nggak? Nggak libur. Itu baru teladan. Dan nggak ada tidur di kantor. Rapat terus, nyambung terus, contoh saya dan jangan nyolong satu sen pun dari orang lain," tegasnya.

Ahok merasa dirinya memiliki sejumlah hal yang masih bisa diteladani oleh anak buahnya, tanpa harus naik angkutan umum.

"Mau contoh saya? Saya baca kitab suci saya habis setahun sekali. Contoh! Kadang saya datang, satpamnya aja belum sampai, ajudan ini 2 hari ada off-nya, saya nggak ada off, jadi mau contoh saya? Contoh!" tegasnya.

Menurutnya, dengan memaksakan dirinya untuk naik angkutan umum hanya akan menjadi aksi show off.

"Buat saya show off karena buat saya itu nggak worth it. Pak gubernur naik sepeda udah biasa. Kalau saya olahraga di rumah setengah jam," kata Ahok.
Halaman 2 dari 5
(nwy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads