Penurunan Harga Obat Generik Hanya Tindakan Populis Menkes

Penurunan Harga Obat Generik Hanya Tindakan Populis Menkes

- detikNews
Sabtu, 27 Nov 2004 12:09 WIB
Jakarta - Kebijakan Menteri Kesehatan untuk menurunkan harga 29 item obat generik antara 10-50 persen dianggap sebagai tindakan populis semata. Pemerintah semestinya melakukan regulasi harga obat baik generik maupun bermerek yang saat ini harganya sudah mencekik. "Menurut saya, tindakan ini hanya tindakan populis. Kebijakan ini tidak akan efektif. Harusnya ahrga obat generik dan obat bermerek ditinjau ulang, misalnya diregulasi lagi harganya," kata Marius Widjajarta, aktivis Lembaga Perlindungan konsumen Kesehatan usai diskusi di Marios Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (27/11/2004).Menurut Marius, saat ini pembiayaan obat generik masih sangat kecil sekali yakni baru mencapai Rp 1,8 triliun atau 10 persen dari pembiayaan obat bermerek yang mencapai Rp 18 triliun. "Item obat generik itu sekitar 205 hingga 210 item. Kalau yang diturunkan hanya 29 item, itu nilainya tidak lebih dari 1 persen. Bahkan ada juga obat yang diturunkan harganya itu sudah tidak diproduksi lagi," ujar Marius.Dijelaskan, keputusan Menkes sebenarnya bukanlah penurunan harga melainkan pengalihan diskon yang sebelumnya diberikan ke apotik dan sekarang ini diberikan ke masyarakat. Hal ini mengingat apotik sudah menikmati keuntungan yang sangat banyak. Marius mengaku heran dengan munculnya keputusan Menkes tersebut karena seharusnya keputusan penurunan harga dilakukan melalui satu pintu misalnya melalui badan POM yang selama ini menjadi lembaga yang mengatur harga obat. Sementara Amir Hamzah Pane, pengamat farmasi melihat obat generik saat ini masih sedikit dikonsumsi masyarakat luas karena kalangan dokter juga masih enggan untuk memberikan resep obat generik. "Penggunaan obat generik tidak akan naik sekalipun gratis kalau dokter tidak memberikan resep," tegasnya. Menyangkut pengaturan harga obat, Amir Hamzah kurang sependapat dengan Marius karena semestinya harga obat diatur melalui mekanisme pasar dan jika obat generik banyak dikonsumsi oleh masyarakat, maka hal itu bisa menjadi alat kontrol bagi harga obat bermerek. (qom/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini