"Kalau itu saya bisa pastikan tidak ada. Karena saya ikut melakukan fit and proper tes pada ibu Atut termasuk pada pak Rano Karno. Rano itu melalui kebijakan DPP partai sehingga mengikuiti kebijakan DPP," kata Wakil Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di kantor Indikator, Jalan Cikini V, Jakpus, Jumat (5/1/2015).
Ia menjelaskan Atut sempat menanyakan dana persiapan pemenangan untuk pilkada tersebut. Tak ingin ikut campur, PDIP mempersilahkan Atut dan keluarganya mengelola sendiri anggaran pelatihan saksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto menyatakan ia hanya memberikan dana sekitar Rp 750 juta pada DPP PDIP untuk saksi dari partainya. Dana itu didapatnya dari 'urunan' seluruh kepala daerah dan fungsionaris partai berlambang kepala banteng ini.
"Saat itu saya menyerahkan dana hampir sekitar Rp 750 juta pada DPW PDIP Banten, untuk menggerakan saksi dari jajaran internal PDIP. Seperti pak Jokowi, seluruh kepala daerah, dan legisliatif bergotong royong untuk pak Jokowi di Jakarta," pungkasnya.
(bil/rvk)











































