"Deni saat ini lagi kuliah, bulan Februari atau bulan Maret akan diwisuda. Setelah itu dia akan menikah," ujar Hadi kepada wartawan di RS Polro Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2014).
Hadi mengatakan, mengatakan anaknya pada malam itu sedang berkaroke bersama teman-teman dari kesatuan dia. Lalu ada keributan dan dia mencoba memisahkan. Namun tiba-tiba ada yang menusuk dia di bahu sebelah kanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hadi, selama anaknya bekerja di kesatauan Pol Air Tiga raksa, tidak pernah ada masalah. Anak keduanya tersebut juga tak pernah mengaku punya musuh.
"Tidak pernah ada masalah juga dengan komandannya. Tidak ada kabar yang jelek-jelek juga," jelas Hadi.
Kini, Hadi hanya bisa pasrah dan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib. Dia juga berharap penusuk anaknya dapat ditangkap oleh aparat kepolisian yang bekerjasama dengan TNI.
"Kita serahkan kepada aparat bagaimana baiknya. Hukum harus tetap dijalankan, pelaku dihukum mati anak saya juga tidak bisa balik lagi. Yang penting cepat ketangkep dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," imbuh Hadi.
Jenazah Deni saat ini sudah dibawa dari RS Polri sejak pukul 12.00 WIB tadi. Rencananya, Deni akan dikebumikan di Jalan Keadilan, RT2 RW2 Batu Ceper, Kota Tangerang, Senin (6/1) besok.
(/)











































