"Di tahun 2014,kompetisi sangat ketat karena terjadi pergantian kepemimpinan mulai dari anggota legislatif, DPD, presiden dan wakil presiden. Saya mengimbau umat pada kompetisi ketat ini, jangan agama dijadikan pintu masuk menciptakan kekeruhan, menciptakan disharmoni sosial," ujar Suryadharma Ali usai jalan santai 'Harmonis dalam Keragaman' di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/1/2014).
Dia tidak menampik kemungkinan adanya gesekan karena perbedaan dalam masyarakat. Melalui pencanangan kerukunan beragama di tahun 2014, Suryadharma meminta warga meningkatkan kerukunan.
"Kadang-kadang karena ketersinggungan identitas ada tawuran. Ini penting dalam mengokohkan kerukunan. Saya berharap kita kan plural dengan ragam suku, agama. Jangan dijadikan kelemahan harus jadi kekuatan membangun Indonesia mendatang," jelas Suryadharma.
Pesta politik di Indonesia akan dimulai dengan pemilihan calon anggota legislatif pada 9 April 2014. Selanjutnya pemilih akan memilih presiden dan wakil presidennya.
(mnb/fdn)











































