Pantauan detikcom, Sabtu (4/1/2013), tidak sampai lima anggota polisi yang berjaga di sekitar area pemakaman. Itu pun tidak membawa senjata apapun. Polisi tersebut hanya mengamati para pelayat yang datang.
Sementara itu, saat ambulans yang membawa jenazah tiba di TPU, para pelayat langsung meneriakkan takbir. Bahkan di tengah perjalanan menuju area liang lahat, ambulans yang membawa jenazah dihentikan oleh ratusan orang yang menamakan dirinya Gerakan Pemuda Al-Qaeda (GEMPA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil membawa jenazah, para pelayat juga terus mengutuk aksi yang dilakukan Densus 88. "Selamat jalan Kafilah Syuhada Ciputat, kami akan teruskan perjuangan dengan tetes darah kami. Tidak ada satupun tetes darah kaum muslimah yang gratis," pekik pelayat.
(mok/gah)











































