Pihak Korem 033 Wira Praja (WP) di Kepri membantah adanya penganiayaan terhadap satpam di Batam. Masalah tersebut malam ini juga kembali diupayakan damai secara kekeluargaan.
"Jadi tidak benarlah sampai ada penganiyaan. Kan beda antara penganiayaan dengan pemukulan. Karena itu keterangan korban kayaknya terlalu mengada-ngada," kata Kepala Penerangan Korem 033 WP Kepri Kapten Jhoni Tambunan kepada detikcom, Jumat (3/12/2013).
Dia menjelaskan, Kodim Batam saat ini tengah mengupayakan adanya perdamaian kedua belah pihak. Dari pihak Satpam dan pelaku pemukulan anggota Kodam I Bukit Barisan (BB) yang tugas di Batam tengah dipertemukan kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, mengapa perdamaian itu di Kodim Batam, ini karena petugas Intel Kodam itu memang ditugasi di wilayah Batam.
"Secera teritorial anggota Kodam I itu bertugasnya di Batam. Jadi secara teritorial maka Kodim Batam lah yang punya kewenangan untuk mempertemukan kedua belah pihak," kata Kapten Jhoni.
Dia menjelaskan, bahwa korban Stenly juga tidak dapat menunjukan hasil visum. Pengakuan Stenly (19) kepada wartawan dia nilai terlalu dibesar-besarkan.
"Pemukulan itu hanya pemukulan biasa saja, jadi sama sekali tidak ada penganiayaan seperti pengakuan korban. Tidak benar juga sampai ada penyeretan segala. Dan Kodim Batam akan menyelesaikan masalah ini secera kekeluargaan," tutupnya.
(cha/rjo)











































