Otopsi Keenam Jenazah Teroris Ciputat sesuai Prosedur

Otopsi Keenam Jenazah Teroris Ciputat sesuai Prosedur

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 03 Jan 2014 19:13 WIB
Otopsi Keenam Jenazah Teroris Ciputat sesuai Prosedur
Jakarta - Sore ini Pusdokkes RS Polri R.S Sukanto berhasil mengidentifikasi keenam jenazah terduga teroris Ciputat. Walaupun sempat mendapat penolakan dari pihak keluarga mengenai metode otopsi jenazah, pihak Rumah Sakit menganggap metode yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur.

"Proses pemeriksaan yang kita laksanakan sudah sesuai dengan prosedur DVI (Disaster Victim Identification)," ujar Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Rumah Sakit Dr Sukanto, Brigjen Arthur Tampi kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jaktim, Jumat (3/1/2014).

DVI adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban mati akibat bencana yang dapat di pertanggungjawabkan secara sah oleh hukum dan ilmiah serta mengacu pada Interpol DVI Guideline. "Prosedur DVI diterapkan jika terjadi bencana yang menyebabkan korban massal, seperti kecelakaan bus dan pesawat, gedung yang runtuh atau terbakar, kecelakaan kapal laut dan aksi terorisme," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Arthur, keenam jenazah terduga teroris ini akan diserahkan kepada keluarga setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Densus 88. "Akan segera kami serahkan pada peyidik, dalam hal ini Densus 88. Kalau penyidik sudah selesai akan diserahkan kepada keluarga," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota keluarga keenam terduga teroris Ciputat menolak proses otopsi dari jenazah itu. Menurutnya penyebab kematian sudah diketahui sehingga menurut syariat Islam jenazah tersebut harus segera dimakamkan.

"Sudah jelas penyebabnya ditembak, jadi untuk apa diotopsi. Harus segera dimakamkan," jelasnya di RS Polri, Kamis (2/1/2014).

(rii/jor)


Berita Terkait