"Kata siapa itu? Itu kan cuma dokumen pemerintahan saja. Nggak ada tentang masalah itu," jawab kuasa hukum Atut, Firman Wijaya, usai membawakan dokumen-dokumen itu untuk Atut di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2013). Dokumen itu ternyata berupa evaluasi APBD 2013 dan soal Bupati Lebak.
Firman lantas mengungkapkan, Atut akan segera mengambil sikap terkait posisinya sebagai Gubernur Banten. Keputusan akan diambil Atut tak lama lagi, karena Atut merasa akses pemerintahan di Banten seakan tengah berusaha disterilkan dari tangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desakan penggulingan Atut dari kursi gubernur Banten terus menguat. Hari ini muncul aksi dari sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam Untirta Movement Community (UMC) berunjuk rasa di depan gedung DPRD Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Palima Serang.
Dalm aksinya, para mahasiswa membentangkan spanduk sepanjang 4 meter berisikan tanda tangan warga soal penonaktifan Gubernur Banten Atut Chosiyah. Tanda tangan itu dikumpulkan selama satu jam.
Setelah terkumpul, spanduk itu akan dipajang di rapat paripurna pembukaan masa sidang tahun 2014, Senin (6/1) mendatang.
(dnu/nrl)










































