Stenly (19), satpam yang bertugas di kawasan Harbour Bay di Batam, jadi korban pemukulan oknum intel Kodam I Bukit Barisan (BB). Pihak Korem 033 Wira Praja (WP) menyebut kasus ini sudah dilakukan upaya damai.
"Tadi pagi saya diminta bertemu dengan oknum TNI itu di Kodim Batam. Saya dipaksa disuruh berdamai, ya makanya berdamai. Tapi saya belum mencabut laporan kasus ini ke Denpom Batam," kata Stenly dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (3/1/2014).
Stenly merasa tidak punya masalah apapun dengan anggota TNI AD tersebut. Hanya saja pada malam tahun baru kemarin, dia menegur seorang pengusaha inisial D yang nongkrong di tepi badan jalan di kawasan pusat perbelanjaan dan makanan, tepatnya di Harbour Bay.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Stenly kembali mengatur lalu lintas bersama satpam lainnya, tiba-tiba ada tiga orang langsung membekuknya. Ketiganya menyeret Stenly untuk dihadapkan kembali kepada pengusaha yang nongkrong di badan jalan tersebut.
"Sambil diseret saya dipukul bagian perut, dada, dan wajah saja. Di hadapan pengusaha itu saya kembali dipukul dan dicaci maki. Pengusaha itu sempat menyundutkan rokoknya ke pipi sebelah kiri saya," kata Stenly.
"Saya tahu itu anggota TNI dari kawan kawan saya. Makanya kasusnya saya laporkan ke Denpom Batam," kata Stenly.
Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 033 WP Kapten Jhoni Tambunan membenarkan adanya pemukulan tersebut. Dia menjelaskan, oknum tersebut bertugas di Den Intel Kodam I Bukit Barisan (BB) yang bertugas di Batam.
"Ini kesalahan pahaman saja. Kasus ini sudah didamaikan kedua belah pihak. Jadi sudah tak masalah lagi," kata Jhoni Tambunan.
Dia membantah pengusaha yang ditegur Satpam itu tengah mabuk saat malam tahun baru. "Kalau soal itu saya tidak tahu, yang jelas menyangkut oknum TNI tadi sudah kita damaikan kedua belah pihak," kata Jhoni.
(cha/trw)











































