"Saat saya ternyata dinyatakan meraih suara tertinggi di Pemira, dikatakan kalau saya yang dicapreskan akan kalah oleh Jokowi, karena pernah kalah di Pilgub DKI. Menurut saya itu sebuah logika yang sangat sederhana," kata Hidayat kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/1/2013).
Menurut Hidayat, kemenangan Jokowi di Jakarta tak bisa dijadikan patokan. Dukungan untuk Jokowi di Jakarta belum tentu sama dengan di tingkat nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Ketua MPR ini mencontohkan kemenangannya di Pemilu Raya (Pemira) PKS. Hidayat mengatakan dia kalah di DKI, namun ternyata meraih suara paling banyak secara nasional.
"Jakarta bukanlah segala-galanya. Pemilih di Jakarta hanya 5 juta, pemilih nasional ada 130 juta-an. Jadi Jakarta tak bisa dijadikan patokan," tuturnya.
Hidayat meraih suara tertinggi dalam Pemira PKS, sebuah pemilihan bakal capres di internal partai berlambang bulan sabit kembar. Meski belum diputuskan oleh Majelis Syuro, namun Hidayat menjadi kandidat kuat capres yang akan diusung oleh PKS.
(tor/van)











































