"Memang hari ini berbeda dengan Pemira saat dipilih oleh kader. Saat itu tidak boleh kampanye, karena memang tidak ada yang mencalonkan diri. untuk setelah penentuan 5 besar, tidak ada larangan untuk manuver, dipersilakan untuk membuat tim sukses," kata Hidayat kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/1/2013).
Meski demikian, Hidayat mengatakan bisa jadi spanduk itu bukan inisiatif dari Nur Mahmudi sendiri. Bisa jadi spanduk itu dipasang oleh simpatisan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat sendiri mengaku tak tertarik untuk melakukan manuver menjelang rapat Majelis Syuro PKS untuk menentukan capres. Kalaupun ada spanduk, dia menambahkan, ditujukan untuk kepentingannya sebagai caleg PKS dari Dapil Jakarta II.
"Kalau saya hanya fokus pada tugas sekarang, kalau saya melakukan kegiatan itu berkaitan dengan pencalegan saya," tuturnya.
(tor/van)











































