"Indikasi sementara karena ada kebocoran, namun belum ada kepastian. Semua ABK yang selamat akan ditanyai soal kejadian tersebut," kata Dirjen Perhubungan Laut, Captain Bobby R Mamahit di Kemenhub Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (3/1/2014).
Menurutnya, kalau soal kondisi kapal yang tua, pihaknya meyakini bukan menjadi penyebab utama. Kapal berusia tua bisa berkondisi prima asalkan perawatannya bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso, yang ikut dalam penanganan kecelakaan ini, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Jasa Raharja terkait santunan bagi korban.
"Soal santunan akan disesuaikan aturan yang tertera dalam asuransi, dan kami akan koordinasi dengan pihak Jasa Raharja mengenai besaran santunan," ucap Suroyo.
Kapal jenis feri itu tenggelam pada posisi 5 mil dari Dermaga Kayangan. Kapal tenggelam saat menyeberang dari Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur menuju Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat.
Kapal membawa 20 penumpang, belum termasuk sopir dan kenek kendaraan besar yang dimuat di dalam kapal, kemudian 2 mobil pikap, 5 truk besar, 1 truk sedang dan 4 kendaraan roda 2. ABK berjumlah 19 orang semuanya selamat.
(iqb/nwk)











































