Jalur MRT ini akan memiliki memiliki 13 stasiun dengan rincian 6 stasiun di bawah tanah dan 7 stasiun layang. Stasiun di bawah tanah meliputi di Masjid Al Azhar, Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas dan Bundaran Hotel Indonesia.
Sedangkan stasiun layang meliputi Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Diharapkan MRT sudah bisa dinikmati masyarakat pada 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terminal AKAP Lebakbulus
|
Foto: Ilustrasi
|
Bus-bus luar kota itu akan dialihkan ke terminal Kampung Rambutan, Pulogadung, dan Kalideres . Pemindahan ini sesuai dengan jurusan masing-masing.
"Misalnya jurusan Merak di Kalideres, kalau yang ke Jawa Timur dan Jateng di Pulogadung, seterusnya. Ke arah Sukabumi dan Bogor di Kampung Rambutan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (2/1/2014).
5 Halte Busway Sepanjang Sudirman-Thamrin
|
|
1. Halte Bundaran HI dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di atasnya akan dibongkar. Sebagai gantinya, Halte Tosari dan Halte Sarinah akan diperpanjang. Pelaksanaannya pada pertengahan Januari 2014.
2. Halte Karet dan Halte Setiabudi akan dibongkar tapi JPO-nya tetap. Keduanya akan digabung menjadi 1 halte baru yang terletak di antara kedua halte itu.
3. Halte Polda Metro Jaya dan Halte Bundaran Senayan juga akan mengalami pergeseran lokasi. Pergeseran halte tidak jauh letaknya dari kedua halte. Pelaksanaan pergeseran halte ini pada pekan kedua Januari 2014.
"Perubahan halte TransJ ini harus dilakukan agar pembangunan stasiun MRT yang akan dibangun di depan bundaran HI sampai depan Plaza EX dapat dilakukan," kata Dirut PT MRT Jakarta Dono Boestami dalam jumpa pers di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2014).
Pohon dan Jalur Hijau
|
|
"Proyek MRT Jakarta akan segera memulai proses Green Belt Dismantling atau pengupasan jalur hijau di sepanjang koridor tersebut," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami dalam siaran pers, Kamis (5/12/2013).
Pengupasan jalur hijau ini dilakukan di ruas Jl Sisingamangaraja mulai Jumat (6/12/2013). Pengupasan jalur hijau ini untuk menggantikan jalur lalu lintas kendaraan pada saat nanti dilakukan proses konstruksi fisik di median jalan dan di trotoar jalan.
"Pengupasan jalur hijau ini harus dilakukan untuk memastikan jumlah lajur lalu lintas tetap sama sekalipun nanti dilakukan penutupan permanen di median jalan dan trotoar jalan pada saat penggalian stasiun dilakukan," jelas Dono.
Namun Dono memastikan, pengupasan ini tidak bersifat permanen atau tidak menghilangkan jalur hijau seperti yang terjadi di Jalan Thamrin, fungsinya akan dikembalikan setelah konstruksi proyek MRT Jakarta selesai.
Halaman 2 dari 4











































