Penjelasan Presiden Sedekah Harian Soal Titip Doa dengan Transfer Uang

Penjelasan Presiden Sedekah Harian Soal Titip Doa dengan Transfer Uang

Indra Subagja - detikNews
Jumat, 03 Jan 2014 10:35 WIB
Penjelasan Presiden Sedekah Harian Soal Titip Doa dengan Transfer Uang
Jakarta - Presiden Komunitas Sedekah Harian Abdul Aziz memberi penjelasan soal program titip doa di Baitullah. Program itu sudah ditutup setelah mendapat kritik dari masyarakat lewat media sosial. Pihak Sedekah Harian juga mendapat nasihat dari para ulama.

"Setelah mendapat banyak masukan dari para tokoh ulama dan para ustadz," jelas pria yang akrab disapa Aziz ini saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (3/1/2014).

Program titip doa itu digelar komunitas sedekah harian bertepatan dengan pembina komunitas ini Ahmad Gozali yang beribadah umrah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi bagi yang ingin doanya dibacakan di Baitullah bisa mentransfer sedekah sebesar Rp 102.014 ke rekening Abdul Aziz. Kemudian mengirim email berupa doa yang ingin disampaikan.

"Itu semua uang untuk sedekah. Tidak ada untuk biaya pribadi apapun. Pak Ahmad Gozali pun umroh dengan biaya sendiri," jelas Abdul Aziz.

Awal mula program titip doa ini karena kebiasaan masyarakat Indonesia yang memiliki resolusi di awal tahun. Nah, program digagas sekaligus guna mencari dana untuk sedekah dari para donatur.

"Jadi Pak Ahmad Gozali sekalian mengundang para donatur untuk didoakan," imbuhnya.

Menurut Aziz juga, tak hanya donatur yang menyumbang saja yang didoakan. Mereka yang tak mengirim uang transfer juga didoakan.

"Yang tidak sedekah juga kita doakan," tuturnya.

Berapa uang yang diperoleh dari program titip doa itu? "Dana yang terkumpul Rp 3 jutaan, nanti akan kita sedekahkan. Tidak ada niat untuk memperkaya diri atau untuk keperluan pribadi," jelas Aziz yang juga bekerja di sebuah media ini.

Sedekah Harian yang sudah 1 tahun dibentuk ini memang memiliki program untuk bersedekah setiap hari. Dimulai dari sehari Rp 1.000 dan hasil sedekah disalurkan kepada yang membutuhkan.

"Kita ini relawan, saya sendiri tidak digaji. Memang ada yang bekerja, tapi itu digaji secara sosial," tutupnya.

(ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads