3 Kisah 'Panas Dingin' Hubungan Ahok dengan Sang Idola Rhoma Irama

3 Kisah 'Panas Dingin' Hubungan Ahok dengan Sang Idola Rhoma Irama

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 03 Jan 2014 08:22 WIB
3 Kisah Panas Dingin Hubungan Ahok dengan Sang Idola Rhoma Irama
Jakarta - Bukan rahasia lagi, Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) gemar musik dangdut. Ia diam-diam ngefans kepada raja dangdut Rhoma Irama. Sayang beribu sayang, duet Ahok dan Rhoma di malam tahun baru harus kandas, seperti 3 kisah ini:

Suami Veronita Tan ini senang saat ada kesempatan berduet dengan sang idola. Ahok sejatinya akan menyanyikan lagu Begadang. Ia juga tidak malu-malu latihan menghafal lirik.

Namun impian Ahok sepanggung dengan Rhoma tidak terwujud. Ayah 3 anak meninggalkan hiruk pikuk panggung hiburan rakyat dan berlalu. Ahok beralasan dia belum latihan dengan Rhoma sehingga khawatir mengecewakan Rhoma. Sementara Rhoma mengaku Ahok batal duet karena memiliki kepentingan lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahok mengaku gemar sekali dengan lagu-lagu ciptaan Rhoma. Bahkan, Ahok sewaktu kecil pernah mengurungkan niat menjajal judi dan begadang karena teringat lagu sang Satria Bergitar tersebut.

Hubungan Ahok dan Rhoma juga pernah tersandung kasus isu SARA. Rhoma Irama yang merupakan pendukung Foke - Nara diduga menghembuskan isu SARA. Tudingan bermuatan SARA disampaikan Rhoma Irama dalam sebuah ceramah yang dihadiri oleh masyarakat. Namun, tudingan itu tidak terbukti. Rhoma sah dinyatakan tidak bersalah.


Berikut 3 kisah 'panas dingin' hubungan Ahok dengan idolanya, Rhoma Irama:

Batal Duet Maut

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang dijadwalkan berduet dengan sang raja dangdut Rhoma Irama menyanyikan lagu 'Begadang' di Jakarta Night Festival (JNF) ternyata batal. Ahok tiba-tiba turun panggung utama dan tak kembali saat hitung mundur pergantian tahun 2014. Ke mana Ahok?

"Saya pulang cepat, dan pukul 00.00 WIB lewat saya sudah kembali ke rumah saya dan masih sempat melihat pesta kembang api yang ada di sekitar rumah saya," kata Ahok saat ditanya ke mana dirinya usai turun dari panggung utama.

Hal itu dikatakan Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2013).

Ahok mengaku pulang diam-diam menembus kerumuman massa yang perhatiannya tertuju pada pesta kembang api di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Saya pulang juga diam-diam menyusuri orang-orang yang berdiri menghadap kembang api. Tetap ada pengawal tapi dari jarak jauh, tak terlalu mencolok jadi bisa cepat lolos pulang, sampai rumah pukul 00.00 WIB lewat masih bisa lihat kembang api," tutur Ahok.

Ahok batal tampil duet dengan Rhoma Irama di panggung utama JNF di depan Plaza Indonesia. Ahok mengungkapkan bahwa sang raja dangdut itu tidak berkenan duet dengannya karena belum latihan bersama.

"Pertama, saya datang agak terlambat. Kemudian alasan kedua, ya saya belum sempat mencocokkan nada secara langsung dengan Bang Haji Rhoma Irama. Jadi takutnya itu tidak sama nadanya dan mengecewakan penonton dan Rhoma Irama," kata Ahok saat ditanya alasannya duet dengan Rhoma batal.

"Bang Rhoma memang tidak mau karena kita tidak sempat latihan bareng, saya takut mengecewakan Bang Rhoma dan penonton," imbuhnya.

Ahok meningggalkan arena panggung sekitar 10 menit menuju pergantian tahun setelah bersusah payah menembus kerumunan massa menuju lokasi, Selasa (31/12/2013) malam. Setelah masuk ke tenda yang berada di balik panggung, tak lama kemudian, Ahok keluar dan berjalan cepat ke arah Hotel Kempinski bersama para ajudannya.

Tausiyah Lewat Lagu

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama masa mudanya sangat nakal. Ahok bercerita dulu sewaktu sekolah dirinya sempat tertarik ikut-ikutan temannya main judi.

"Tapi karena saya ingat lagunya Rhoma Irama enggak jadi. Karena judi meracuni kehidupan, meracuni keimanan," kata Ahok mengutip lagu raja dangdut Rhoma Irama ketika menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema Membangun Karakter Positif Remaja di Sekolah Asisi, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (23/11/2013).

Ahok mengatakan, remaja dan anak-anak memang belum bisa menentukan perbuatan baik dan buruk. Oleh sebab itu, orang tua mesti berperan mengarahkan remaja. Mereka tak perlu alergi menjatuhkan hukuman kepada remaja.

"Bukan berarti tidak sayang, tetapi itu supaya mereka bisa jadi orang," kata dia.

"Kalau tawuran tidak dihukum, misalnya, tanpa sadar kita merusak anak. Mereka malah merasa jadi jagoan," ujar Ahok lagi.

Berbagai kasus tawuran dan kekerasan yang dilakukan siswa sekolah memang masih sering mewarnai Jakarta. Terakhir, ada kisruh karena SMA Negeri 46 mengeluarkan puluhan muridnya yang terlibat pembajakan bus.

Isu SARA

Rhoma Irama pernah diperiksa oleh Panwaslu DKI terkait dugaan pelanggaran SARA. Usai diperiksa, Rhoma menyatakan bahwa dirinya tidak perlu minta maaf kepada Jokowi-Ahok, atas pernyataan yang diduga merugikan kandidat nomor 3 itu.

"Saya tidak perlu meminta maaf kepada kelompok Jokowi-Ahok karena saya merasa tidak berbuat salah," ujar Rhoma Irama, usai diperiksa oleh Panwaslu DKI, di kantor Panwaslu DKI, Jl Suryo Pranoto, Jakpus, Senin (6/8/2012).

Karena menurutnya, apa yang disampaikannya itu juga dalam konteks berbangsa dan bernegara, di mana masyarakat diperintahkan untuk mencintai antar golongan.

"Kedua, saya juga nggak perlu islah (berdamai), karena kita nggak bermusuhan. Saya sangat menghormati Jokowi dan Ahok dalam konteks berbangsa. I love them all," ungkap pedangdut yang tenar dengan lagu 'Begandang' itu.

Namun, pihaknya meminta pengertian dari umat non muslim jangan sampai karena pernyataannya itu terjadi benturan antar kelompok.

"Barangkali kalau Ahok menyampaikan kepada umatnya harus memilih pemimpin yang Cina atau Kristen, so what? Itu sah-sah saja. Itu bukan SARA. Jangan sampai terjadi benturan antara muslim dengan nonmuslim," kata Rhoma.

Ia juga menegaskan bahwa apa yang disampaikan bukan atas pesanan partai, karena dirinya tidak ada kontrak dengan partai tertentu.

"Tidak ada kontrak kampanye tertentu dengan partai," ucap Bang Haji.

Menanggapi hasil vonis Panwaslu, Ahok tak merasa gusar. Menurutnya, jika Rhoma memang tak terbukti bersalah, sudah seharusnya tidak dihukum.

"Saya enggak terlalu masalah. Itu kan menunjukkan memang ia (Rhoma) tidak terakumulasi memenuhi syarat bersalah," ujar Ahok saat berbincang dengan detikcom, Selasa (14/8/2012).
Halaman 2 dari 4
(aan/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini