Dilarang Bawa Mobil, Tekad PNS Jakbar: Naik Sepeda Sampai Naik Ojek

Dilarang Bawa Mobil, Tekad PNS Jakbar: Naik Sepeda Sampai Naik Ojek

Septiana Ledysia - detikNews
Kamis, 02 Jan 2014 16:30 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mulai besok akan menerapkan peraturan PNS di Jumat minggu pertama dilarang membawa kendaraan pribadi. Menanggapi hal tersebut PNS di Jakarta Barat mengaku akan mengikuti peraturan tersebut.

Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Barat, Isnawa Aji mengutarakan bahwa dirinya setuju dan tidak permasalahkan peraturan tersebut. Dikarenakan selama ini dia juga sering menggunakan kendaraan selain mobil atau motor.

"Saya kan suka bersepeda. Jadi menurut saya bagus," ujar Isnawa kepada wartawan, Kamis (2/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isnawa menambahkan, diharapkan jika peraturan ini berjalan tidak baik diharapkan dilakukan maping ulang pengaturan rumah staff dengan wilayah kantor. Karena jika jarak rumah dengan kantor jauh dan sulit angkutan umum akan bepengaruh juga dengan efektivitas kerja.

"Kalau terlalu jauh, efektivitas kerja menurun karena cepat lelah. Tapi kalau tertata baik ini bisa munculkan PNS bike to work," imbuh Isnawa.

Ditempat lain, Camat Grogol Petamburan, Denny Ramdany mengatakan kita ikut kebijakan pimpinan saja. Dan besok saat disuruh ke kantor Balaikota dirinya mengaku akan menggunakan ojek.

"Besok jam 8 kita dinstruksikan disuruh ke balaikota mungkin buat ngetes kita. Saya milih naik ojek aja," jelas Denny.

Denny mengaku, saat ini kita menjalani saja kalau nanti ada hambatan bisa menjadi bahan evaluasi. "Itu kan juga cuman Jumat awal bulan doang jadi enggak masalah, nah jadi masalah kalau dilakukan setiap minggu," jelas Denny.

Sedangkan Lurah Kemanggisan, Tri Prasetyo mengaku sudah mendapat SMS pemberitahuan mengenai peraturan tersebut. Dan ia juga mengaku tidak masalah karena program ini targetnya mengurangi kemacetan dan pengiritan bahan bakar.

"Tapi persoalannya jika di hari tersebut banyak kegiatan dan mobil kendaraan operasional satu kita harus gimana. Mungkin itu yang perlu ditinjau lagi," imbuh Tri.

(spt/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads