Munculnya keinginan sebagian masyarakat agar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) maju dalam pemilihan presiden tahun ini menimbulkan pertentangan. Sebab,
sebagian lain menghendaki bekas wali kota Solo itu menyelesaikan dulu segudang pekerjaan rumah yang kompleks di ibu kota.
Tak sedikit juga kalangan politikus yang mengingatkan bahwa Jokowi harus fokus dulu memberesi Jakarta hingga selesai masa jabatannya. Salah satu dalih bahwa Jokowi harus menyelesaikan dulu pekerjaannya karena dalam setahun kepemimpinannya, kinerja Jokowi menunjukkan hasil yang positif.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago melihat tidak ada yang perlu dikhawatirkan terhadap nasib kelanjutan program-program pemda DKI jika Jokowi jadi mencalonkan dan terpilih menjadi presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β

"Kalau program, memang yang agak kita perhatikan kegaduhan politiknya, bukan kesinambungan kebijakan," kata Andrinof kepada detikcom, Kamis (02/12/2013).
Bagi Andrinof program rumah susun yang telah dijalankan Jokowi di Jakarta, akan lebih bagus juga jika dibawa ke pemerintah pusat. Dengan demikian, kota-kota lain juga turut merasakan manfaat rumah susun.
Lebih jauh Andrinof pribadi menilai gegap gempita tahun politik 2014 tidak akan sampai mengganggu konsentrasi Jokowi dalam melanjutkan program-program pembangunan ibu kota.
"Kalau tipe Jokowi, gak mudah terganggu. Dia kan gak mempedulikan pencapresan itu. Kalau saya lihat, Jokowi jalan terus dengan penataan Jakarta," ujarnya.
Kelangsungan kepemimpinan Jokowi di Jakarta ada di tangan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. "Maju atau tidaknya Jokowi ditentukan Ibu Megawati," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Maruarar Sirait kepada detikcom, Selasa (31/12/2013).
Dia menambahkan, sejauh ini PDIP terus memberikan dukungan kepada Jokowi untuk terus mengurus persoalan Jakarta.











































