"Punya dia juga (kelompol teroris yang disergap di Kampung Sawah, Ciputat)," kata Kapolri Jenderal Sutarman, saat menjenguk salah seorang anggota Densus 88/Antiteror yang terkena tembakan teroris, di sebuah rumah sakit swasta di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (2/1/2014).
Kepastian ini didapat dari salah seorang tersangka teroris yang berhasil disergap hidup-hidup di Banyumas, Selasa (31/12) siang, Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bom tersebut memang biasa dibawa-bawa oleh para pelaku teror. Fungsinya untuk mengantisipasi penyergapan oleh aparat.
"Misalnya mereka terpergok dan tertangkap, dia akan ledakan. Bom tersebut nempel terus," katanya.
(ahy/)











































