"Atas nama keluarga menolak di autopsi," ujar perempuan bernama Musdalifah yang mengenakan cadar warna hitam di Rs Polri, Kramat Jati Jakarta Timur, Kamis (2/1/2013).
Musdalifah mengaku sebagai ibu angkat dari enam terduga teroris yang ditembak mati polisi itu. "Karena sudah jadi jenazah untuk apa diautopsi, kan matinya sudah jelas di tembak," ujar Musdalifah.
Pihak keluarga akan menyampaikan surat permohonan penolakan ini ke polisi. Mereka berharap surat tersebut segera direspon.
"Kita sudah buat surat pernyataan tidak diautosip. Semoga direspon positif baik," ungkapnya.
(edo/)











































