"Switching bom bunuh diri, 5 buah switching untuk pengendali jarak jauh," bisik seorang petugas yang enggan disebutkan namanya, Kamis (2/1/2014).
Aksi yang dilakukan kelompok Dayat ini tak jauh seperti saat melakukan bom bunuh diri di Vihara Ekayana beberapa waktu lalu.
"5 buah switch untuk bom pengendali jarak jauh seperti yang digunakan di bom Vihara dan Rajapolah," terang sumber itu.
Lokasi itu menjadi tempat pelatihan membuat bom. Hingga akhirnya pada Selasa (31/12) mereka tewas semua disergap Densus 88 dan Jatanras Polda Metro Jaya.
(ndr/gah)











































