Saat ini di internal PDIP ada dua capres yang terkuat yakni Mega dan Jokowi. Sementara itu elite PDIP di ring 1 Mega menyusun skenario duet Mega-Jokowi di 2014.
Konon ambisi Mega nyapres lagi di 2014 masih membara. Bahkan sejumlah elite PDIP yang selama ini terus menyerukan pencapresan Jokowi mulai tiarap cari aman. Dari pernyataan frontal, mereka bergeser ke gerakan 'bawah tanah' menggulirkan berbagai gerakan pendukung Jokowi di luar partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mbak Mega punya feeling politik sendiri dan pasti tahu momen yang pas. Kita lihat feelingnya, pokoknya pasti akan sesuai dengan apa yang diharapkan rakyat," kata Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning, kepada detikcom, Kamis (2/1/2014).
Bagaimanapun Pilpres 2014 adalah pertarungan PDIP yang sesungguhnya. PDIP disurvei unggul di berbagai survei politik jelang Pemilu 2014, tentu Mega tak ingin PDIP hanya menang di Pileg tapi gagal meraih kursi RI 1.
"Jadi ya rasional-lah, jangan pakai perasaan urusan politik," kata Ribka.
Memang selama ini banyak selentingan di internal PDIP soal Ibu Mega yang kerap memakai perasaan. Lalu mana yang akan digunakan Mega untuk memutuskan capres PDIP, perasaan atau rasio?
(van/nrl)











































