Capres PDIP Mega atau Jokowi, Antara Perasaan dan Rasio

Capres PDIP Mega atau Jokowi, Antara Perasaan dan Rasio

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 02 Jan 2014 12:51 WIB
Capres PDIP Mega atau Jokowi, Antara Perasaan dan Rasio
Jakarta - Internal PDIP harap-harap cemas menanti capres yang bakal diusung di 2014. Siapa capres PDIP nantinya akan diputuskan oleh pemegang suara tunggal, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri?

Saat ini di internal PDIP ada dua capres yang terkuat yakni Mega dan Jokowi. Sementara itu elite PDIP di ring 1 Mega menyusun skenario duet Mega-Jokowi di 2014.

Konon ambisi Mega nyapres lagi di 2014 masih membara. Bahkan sejumlah elite PDIP yang selama ini terus menyerukan pencapresan Jokowi mulai tiarap cari aman. Dari pernyataan frontal, mereka bergeser ke gerakan 'bawah tanah' menggulirkan berbagai gerakan pendukung Jokowi di luar partai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pada akhirnya tak bisa dipungkiri hanya Mega yang berhak menentukan siapa capres PDIP. Elite PDIP hanya bisa berharap Mega punya feeling politik yang bagus untuk menentukan capres yang mampu mengakhiri rekor PDIP sebagai partai oposisi.

"Mbak Mega punya feeling politik sendiri dan pasti tahu momen yang pas. Kita lihat feelingnya, pokoknya pasti akan sesuai dengan apa yang diharapkan rakyat," kata Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning, kepada detikcom, Kamis (2/1/2014).

Bagaimanapun Pilpres 2014 adalah pertarungan PDIP yang sesungguhnya. PDIP disurvei unggul di berbagai survei politik jelang Pemilu 2014, tentu Mega tak ingin PDIP hanya menang di Pileg tapi gagal meraih kursi RI 1.

"Jadi ya rasional-lah, jangan pakai perasaan urusan politik," kata Ribka.

Memang selama ini banyak selentingan di internal PDIP soal Ibu Mega yang kerap memakai perasaan. Lalu mana yang akan digunakan Mega untuk memutuskan capres PDIP, perasaan atau rasio?




(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads