ADVERTISEMENT

Antara Travel Warning Australia dan Penggerebekan Dayat 'Kacamata'

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 02 Jan 2014 12:36 WIB
Jakarta - Polri menggerebek markas teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, saat malam tahun baru. Mereka disebut-sebut hendak mengacau ketika malam pergantian tahun. Entah kebetulan atau tidak, Australia mengeluarkan larangan bepergian beberapa jam sebelumnya.

Travel warning ini dikeluarkan Departemen Luar Negeri Australia pada 31 Desember 2013 lalu. Mereka meminta warganya untuk ekstra waspada ketika berada di Indonesia.

Peringatan perjalanan terbaru ini menyebutkan bahwa teroris tetap aktif di Indonesia meskipun pihak keamanan sudah berusaha menghentikan mereka. Imbauan ini tidak menyebutkan warga Australia untuk meninggalkan Indonesia, namun meminta mereka yang berkunjung untuk bersikap waspada.

Berselang beberapa jam setelah peringatan itu, Polri menggerebek markas teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangsel. Enam orang dipastikan tewas saat peristiwa tersebut, termasuk pemimpin mereka, Dayat 'Kacamata'.

Selidik punya selidik, para teroris ini punya rencana untuk membuat kacau perayaan malam tahun baru di Jakarta yang berpusat di Bundaran HI.

Seorang perwira polisi yang ikut dalam penggerebekan kepada detikcom mengatakan, rangkaian bom itu dipersiapkan untuk meneror warga Jakarta di saat pergantian tahun. Hal ini terungkap dari hasil interogasi tersangka Anton alias Septi.

"Sasaran mereka itu mau meledakkan bom di Bundaran HI dan Pantai Indah Kapuk (PIK)," ucap sumber dari kalangan perwira polisi itu.

Perwira itu mengatakan, untuk mendanai rencana aksi pengeboman ini, mereka melakukan kegiatan fa'i. Di antaranya dengan merampok Bank BRI Panongan, Tangerang, tanggal 24 Desember 2013 lalu.

"Mereka juga pernah merencanakan perampokan BRI Cileungsi," ucap sumber.

Dari hasil penggerebekan di Ciputat, tim menemukan sejumlah bom rakitan, 7 buah granat rakitan hitam, 3 granat pipa besi, 2 bom sumbu hitam serta bahan-bahan untuk bom rakitan seperti potasium nitrat, arang hitam, black powder.

Sumber melanjutkan, kelompok teroris ini pernah melakukan penyerangan terhadap dua anggota polisi di Jonggol dan Cirendeu serta Pondok Aren, Tangsel. Dalam aksi pengeboman, kelompok ini juga pernah mengebom Polsek Rajapolah dan Pospol Mitra Batik Tasikmalaya tahun 2013, serta Bom Beji, Depok tahun 2012 silam.

Apakah Australia sudah mengetahui soal rencana ini? Belum jelas benar. Yang pasti, the Australian pernah menulis bahwa Indonesia dan Australia sudah kerjasama dalam hal penanganan terorisme sejak tahun 2002 atau peristiwa bom Bali.

(mad/nrl)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT