"Emak sama bapak diam di rumah karena emak stroke," kata warga yang bertetangga dengan kontrakan teroris, Marlina di Kampung Sawah, Ciputat, Kamis (2/2/2013).
Marlina menceritakan, di lokasi itu ada sekitar 15 rumah termasuk kontrakan yang ditempati teroris Dayat cs, rumah-rumah itu berjejer tapi hanya rumah Dayat cs yang berdiri sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polisi minta dievakuasi, tapi bapak nggak mau ngerepotin orang. Emak kan stroke, susah dievakuasinya," ucapnya.
"Tapi bapak eks ABRI, jadi nggak aneh," imbuh Marlina.
Karena enggan dievakuasi, selama penggerebekan yang berlangsung sekitar 9 jam, tim Densus 88 akhirnya harus menjaga rumah yang ditempati keluarga Marlina.
Kedua orang tua itu bertahan di salahsatu kamar hingga penggerebekan yang menewaskan 6 orang itu usai pada pagi harinya.
"Emak bilang, petasan tahun baru sekarang bagus, sampai nyaring kedengeran ke kuping. Padahal itu bom," ucap Marlina menirukan ucapan ibunya.
"Kalau kasih tahu emak darah tingginya bisa naik, stroke juga. Jadi mending tahu begitu saja," imbuhnya.
Dalam penggerebekan itu, 6 orang teroris tewas di lokasi. Polisi terpaksa melakukan penembakan karena teroris melawan dan menyimpan senjata seperti pistol dan bom rakitan.
(/)











































