Setelah 5 Bulan, Para Penembak Polisi Itu Akhirnya Terkubur

Setelah 5 Bulan, Para Penembak Polisi Itu Akhirnya Terkubur

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 02 Jan 2014 10:58 WIB
Setelah 5 Bulan, Para Penembak Polisi Itu Akhirnya Terkubur
Jakarta - 2 Polisi tewas ditembak di Pondok Aren, Tangsel, pada bulan Agustus 2013 lalu. Setelah diselidiki, muncullah dua nama pelakunya. Kini, setelah hampir lima bulan berselang, keduanya sudah berhasil dilumpuhkan.

Rentetan teror terhadap polisi dimulai sejak awal bulan Juli. Kejadian pertama menimpa Aipda Patah Saktiyono yang ditembak saat melintas tepat di depan Sekolah Al-Fath, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (27/7/2013) pagi. Saat itu, Patah hendak melakukan apel pagi di kantornya di Polsek Gambir. Namun dia berhasil selamat.

Kemudian, peneror juga menembak Aiptu Dwiyatno di depan RS Sari Asih, Tangerang Selatan, pada Rabu (7/8/2013) subuh lalu. Saat itu, anggota Binmas Polsek Cilandak hendak mengisi kegiatan ceramah di Lebakbulus, Jaksel. Dia tewas seketika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu dua anggota polisi Aiptu Kus Hendratna dan Bripka Ahmad Maulana tewas ditembak oleh 2 orang pria misterius di depan Masjid Bani Umar, Jalan Graha Raya Bintaro, Kelurahan Perigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/8) malam.

Insiden terakhir menimpa Aipda Sukardi yang tewas ditembak 4 orang pria tidak dikenal di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, tepatnya di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (10/9/2013) malam. Saat itu, Sukardi tengah mengawal 6 unit truk yang mengangkut rail lift dari Jakarta Utara ke Rasuna Tower, Kuningan.

Setelah penyelidikan berbulan-bulan, polisi akhirnya mengumumkan dua nama pelaku penembakan khusus yang terjadi di Pondok Aren. Mereka adalah Nurul Haq alias Dirman dan Hendi. Nurul Haq, pria kelahiran Jakarta, 16 September 1985, dengan status menikah dan mempunyai satu orang anak. Pendidikan terakhir Akademi Diploma III. Sementara Hendi Albar kelahiran Kendal, 7 Juli 1983 dengan status menikah dan mempunyai 3 orang anak.

Tepat pada pergantian malam tahun baru 31 Desember 2013, komplotan penembak polisi ini akhirnya digerebek. Mereka bersembunyi di sebuah kontrakan kecil di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Kelompok itu rupanya dipimpin oleh Dayat 'kacamata'. Selain membunuh polisi, mereka juga diduga merampok bank BRI.

Total ada enam orang yang digerebek. Seluruhnya tewas kena timah polisi karena disebutkan melawan petugas. Menurut salah seorang pengantar Dayat, di antara nama-nama teroris itu ada Nurul Haq dan Hendi.

"Antara lain Daeng alias Dayat alias Hidayat, Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh alias Sabar, Hendi, Edo alias Amril," ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar.



(mad/nrl)


Berita Terkait