3 Kasus yang Terkait dengan Terduga Teroris di Ciputat

3 Kasus yang Terkait dengan Terduga Teroris di Ciputat

Ahmad Toriq - detikNews
Kamis, 02 Jan 2014 07:48 WIB
3 Kasus yang Terkait dengan Terduga Teroris di Ciputat
Jakarta - Tim Densus 88 dan Polda Metro Jaya menggerebek 'markas' terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Para terduga teroris itu terkait dengan kasus-kasus besar.

Penggerebekan teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan oleh tim Densus 88 dan Polda Metro Jaya berlangsung selama 9 jam. Ini merupakan penggerebekan teroris terlama yang pernah terjadi di Indonesia.

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengungkapkan berbagai kendala dalam penggerebekan tersebut. Salah satunya karena lokasi rumah kontrakan tersebut gelap sehingga menyulitkan akses petugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena gelap dan mobilisasi alat penerangan sulit, akhirnya menjelang agak terang baru memastikan langkah," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2014).

Setelah para terduga teroris berhasil dilumpuhkan, barulah polisi bisa merangsek masuk. Dari hasil identifikasi awal terungkaplah nama-nama terduga teroris tersebut.

"Antara lain Daeng alias Dayat alias Hidayat, Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh alias Sabar, Hendi, Edo alias Amril," ujar Boy.

1. Terduga teroris penembak polisi

Polisi menyebut, Dayat Cs ini terlibat dalam penembakan anggota Polri di Pondok Aren dan Cirendeu, Tangsel beberapa bulan lalu.

Dayat Cs menembak Aiptu Kus pada Jumat (16/8/2013) malam. Setelah menembakkan dua peluru, pelaku bermaksud kabur. Tapi kepergok Avanza yang ditumpangi tim buser. Mio pelaku ditabrak Avanza hingga rusak.

Namun pelaku melawan dengan menembak, yang membuat Bripka Maulana membanting stir dan menabrak got. Pelaku kemudian melepaskan tembakan ke Maulana yang baru keluar dari mobil. Pelaku kemudian kabur dengan merampas motor satpam.

Salah seorang terduga teroris yang tewas atas nama Nurul Haq alias Dirman diduga merupakan pelaku penembakan terhadap anggota polisi, Aipda Fatah Saktiyono. Pada 7 Agustus lalu, Aipda Fatah ditembak di Cirendeu, Tangerang Selatan, oleh pria tak dikenal yang mengendarai motor.

2. Pembom vihara

Polisi menemukan print out daftar vihara di markas teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Jakarta Selatan. Diduga daftar vihara tersebut merupakan sasaran aksi teror kelompok teroris ini. Polisi menduga rencana penyerangan vihara-vihara tersebut mengikuti tren isu dunia.

"Ada dampak strategis internasional dan regional. Peristiwa yang terjadi di kawasan dunia dan regional bisa berimplikasi pada kegiatan yang terjadi," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2014).

Beberapa bulan lalu telah terjadi aksi teror bom di Vihara Ekayana, Tambora, Jakarta Barat. Diindikasikan ada perubahan tren penyerangan terhadap rumah ibadah, dari gereja menjadi vihara.

Boy menduga kelompok teroris yang baru saja dibekuk di Kampung Sawah ini merupakan simpatisan atas isu-isu Rohingnya. Namun sayangnya aksi mereka mengarah ke hal-hal negatif.

"Lahirlah kelompok simpatisan yang diiringi perbuatan membalas. Dicari target-target yang berkaitan dengan negara Budha, diicari tempat-tempatnya dan dianalisis," papar Boy.

Dalam print out tersebut terdapat 50 vihara yang berlokasi di Jakarta. Diduga mereka telah memilah vihara-vihara itu berdasarkan tingkat kesulitan penyerangan.

"Kami menduga mereka memilih, mencari tingkat kesulitan yang paling rendah yang memungkinkan dia melakukan aksinya," tutupnya.

3. Perampokan BRI Tangerang

Polisi menemukan uang tunai sejumlah Rp 200 juta di rumah kontrakan para teroris. Uang tersebut diduga kuat berasal dari perampokan Bank BRI unit Panongan, Tangerang.

"Diduga kuat berasal dari perampokan bank BRI di Tangerang," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2014).

Uang tersebut ditemukan dalam 3 tas berupa tas besar dan tas pribadi. Saat ditemukan, uang kertas senilai Rp 200 juta ini masih disegel.

"Uangnya masih segar, masih disegel. Memang uang yang lazim ada di bank," kata Boy.

Nominal uang dalam masing-masing tas berkisar Rp 10- 20 juta. "Sepertinya sudah ada bagi hasil dari yang mereka peroleh," kata Boy.

Perampokan di Bank BRI unit Panongan, Tangerang terjadi pada Rabu (25/12) lalu. Uang yang berhasil digasak oleh pelaku senilai Rp 570 juta.
Halaman 2 dari 4
(tor/tfn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads