Nopol Motor Satpam Saksi Penembakan Polisi Ditemukan di Markas Teroris

Nopol Motor Satpam Saksi Penembakan Polisi Ditemukan di Markas Teroris

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 01 Jan 2014 14:37 WIB
Nopol Motor Satpam Saksi Penembakan Polisi Ditemukan di Markas Teroris
Jakarta - Pelat nomor B 6620 SFS yang merupakan identitas motor Honda Supra Fit milik satpam masjid Bani Umar di Pondok Aren, ditemukan saat penyisiran markas teroris di Ciputat, Tangsel, pagi tadi. Pelat nomor itu tersimpan di dalam bagasi motor tersebut.

"Di TKP ditemukan 4 motor, salah satunya motor Honda Supra Fit yang diduga kuat milik satpam saksi penembakan polisi di Pondok Aren dulu itu," ujar seorang perwira yang ikut menggerebek markas teroris di Ciputat, Tangsel kepada detikcom, Rabu (1/1/2014).

Perwira ini mengatakan, dari jenis motornya sama dengan motor yang dimiliki satpam masjid Bani Umar di Pondok Aren. Dugaan kuat bahwa motor itu adalah milik satpam tersebut, setelah ditemukan adanya pelat nomor motor Supra milik korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang menguatkan itu kita temukan pelat nomor motor satpam itu di dalam bagasi motornya," ujarnya.

Di lokasi ini, petugas menembak mati 5 tersangka teroris dan 1 orang ditembak di jalan yakni bernama Dayat 'Kacamata'. Selain itu, petugas juga menangkap 1 tersangka di Banyumas bernama Anton dan seorang tersangka lainnya yang saat itu membonceng Dayat.

Polisi menyebut, Dayat Cs ini terlibat dalam penembakan anggota Polri di Pondok Aren dan Cirendeu, Tangsel beberapa bulan lalu. Mereka juga merampok bank BRI KCP Panongan, Kabupaten Tangerang.

Untuk diketahui Dayat Cs menembak Aiptu Kus pada Jumat (16/8/2013) malam. Setelah menembakkan dua peluru, pelaku bermaksud kabur. Tapi kepergok Avanza yang ditumpangi tim buser. Mio pelaku ditabrak Avanza hingga rusak.

Namun pelaku melawan dengan menembak, yang membuat Bripka Maulana membanting stir dan menabrak got. Pelaku kemudian melepaskan tembakan ke Maulana yang baru keluar dari mobil. Pelaku kemudian kabur dengan merampas motor satpam.

Untuk diketahui, motor Yamaha Mio D 6632 WD digunakan dua pelaku penembakan saat menembak Ipda Kus Hendratna di Pondok Aren, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu. Dua pelaku sempat jatuh ketika ditabrak mobil Toyota Avanza yang digunakan Aipda Ahmad Maulana dan tiga rekannya.

Lantaran motor pelaku tidak dapat dinyalakan setelah ditabrak anggota, pelaku lantas merampas motor Supra B 6620 SFS. Motor berwarna biru itu adalah milik seorang satpam yang sempat menolong pelaku. Saat itu, satpam tersebut mengira kalau pelaku penembakan yang penuh luka di wajahnya itu adalah korban kecelakaan lalu lintas.

(mei/rvk)


Berita Terkait