Menurut seorang perwira yang ikut dalam proses penyergapan ini, secarik kertas itu berisi tulisan tangan seseorang yang diduga salah satu dari 5 teroris yang tewas di lokasi. Di secarik kertas itu, sang penulis menujukan suratnya untuk dua buah hatinya.
"Isinya intinya berpesan sama dua anaknya," ucap perwira yang enggan disebutkan namanya ini kepada detikcom, Rabu (1/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya isinya lumayan panjang, tetapi itinya seperti itu," lanjut perwira ini.
Ia menambahkan, belum diketahui pasti siapa yang membuat surat 'wasiat' ini. Sebab, di dalam surat itu tidak tercantum nama penulis dan juga orang yang dituju.
"Kertasnya juga basah karena kan kehujanan. Itu atap kan jebol bekas ledakan, jadi kehujanan," tutup sumber ini.
(mei/rvk)











































