"Di situ ada uang Rp 200 juta sisanya, diduga hasil perampokan BRI Panongan," ujar seorang perwira yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom, Rabu (1/1/2014).
Perwira yang ikut menggerebek teroris ini mengungkapkan, uang hasil perampokan BRI Panongan dibagi-bagikan kepada para tersangka teroris. Berdasarkan keterangan salah satu tersangka teroris yang ditangkap hidup-hidup yaitu Anton alias Ambon, dia mengaku mendapatkan bagian dalam keterlibatannya dalam fa'i itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar telah mengkonfirmasi soal penyitaan uang Rp 200 juta dalam beberapa tas di lokasi kejadian.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah bom rakitan, 6 pucuk senjata api yang terdiri dari 5 pucuk FN dan 1 pucuk revolver, serta 4 unit motor yang mana salah satunya adalam motor milik satpam yang dirampas oleh tersangka Dayat Cs dalam aksi penembakan polisi di Pondok Aren, Tangsel, beberapa waktu lalu.
Dalam penggerebekan yang berlangsung selama 9 jam lebih, pihak Densus 88 Mabes Polri dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya melumpuhkan 5 teroris di dalam kontrakan tersebut. Sementara Dayat 'Kacamata' tewas lebih dulu dalam penyergapan yang dilakukan sebelum markas mereka diserbu petugas.
Sedangkan teman Dayat yang memboncengnya, juga sudah diamankan polisi. Termasuk Anton, total ada 8 orang kelompok teroris jaringan Abu Roban ini yang diamankan aparat polisi, baik dalam keadaan hidup maupun tewas tertembak.
(mei/rvk)











































