Duar! Kembang api meluncur secara vertikal ke arah kerumunan masyarakat yang duduk-duduk pinggiran Monas, Selasa (31/12/2013). Beberapa pengunjung perempuan pun berteriak.
Percikan api yang seharusnya meletus di langit malah mengarah ke Kiki (16), seorang remaja pria yang menikmati malam tahun baru bersama keluarganya. Paha kanan Kiki melepuh, lengan baju kirinya bolong, hangus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kembang api tersebut datang lurus dari arah depannya. Keluarga Kiki nampak sebal dan dingin menanggapi sepasang muda-mudi penyulut kembang api tersebut.
"Saya minta maaf mas. Tadi kembang apinya udah aku arahin ke atas, tapi itu rusak, jadi nggak bisa meletus ke atas," kata dara cantik berbaju merah jambu kepada Kiki.
"Tanggung jawab dong," kata saudara Kiki.
Akhirnya Kiki dan keluarganya memaafkan dan memperingatkan agar pasangan muda itu lebih hati-hati bermain kembang api.
"Ini buat beli salep mas, minta maaf," kata dara cantik penyulut kembang api itu sambil menyerahkan uang sekadarnya.
(dnu/tor)











































