Operasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang lewat Casablanca telah memasuki hari kedua. Papan larangan bahwa motor dilarang masuk JLNT tampaknya tidak dihiraukan pemotor. Masih banyak pemotor yang masuk JLNT sepanjang 3,4 km itu.
Pantauan detikcom di pintu JLNT Karet pada Selasa (31/12/2013), banyak sepeda motor keluar dari arah Kampung Melayu. Banyak juga yang sepeda motor yang masuk dari Tanah Abang menuju Kampung Melayu. Padahal, jalur di bawahnya tidak macet dan lancar. Tidak ada petugas dari Kepolisian maupun Dishub DKI di pintu JLNT itu.
Pemotor dilarang memasuki JLNT karena faktor keselamatan. Sebab jalan layang itu setinggi 18 meter dari permukaan dan angin cukup kencang, tikungannya pun cukup tajam saat turun. Hal inilah yang membahayakan bagi pemotor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JLNT ini bagus karena otomatis Jalan Sudirman dan Karet tidak terlalu macet, karena ada 2 akses lewat bawah dan fly over bisa langsung tembus ke Tebet. Tapi jalur yang keluar di Mal Kota Kasablanka bertemu dengan arus kendaraan dari Tebet bisa membuat macet. Kalau bisa pintu JLNT dilebarkan sedikit agar tidak bertabrakan dengan jalur dari bawah," kata dia.
Hingga pukul 11.30 WIB, baik JLNT dan jalur bawah di kawasan Karet tampak lancar dan tidak macet.
(/)










































