Gus Dur Tidak Masalah Dicalonkan Jadi Rois Am PBNU
Jumat, 26 Nov 2004 16:20 WIB
Rembang -
Meski mengaku tidak pantas menjadi rois am Syuriah PBNU, namun mantan Ketua Umum PBNU Gus Dur mempersilakan bila ada orang yang mencalonkan dirinya sebagai rois am. Namun, menurut dia, rois am NU seharusnya orang yang ahli fiqih. "Siapa yang bilang? Wong secara pribadi, saya itu tidak pantas menjadi syuriah. Yang jadi syuriah sebaiknya orang ahli fiqih. Kalau memang menghendaki saya jadi syuriah, ya silakan saja," kata Gus Dur. Pernyataan Gus Dur itu disampaikan kepada wartawan seusai bertemu KH Mustofa Bisri (Gus Mus) di Pondok Pesantren Radlatut-Talibien, Rembang, Jumat (26/11/2004). Saat itu, Gus Dur ditanya wartawan tentang kabar bahwa dirinya akan dicalonkan sebagai rois am. NU Tandingan Sementara itu, saat disinggung mengenai PBNU tandingan bila Hasyim Muzadi terpilih lagi sebagai ketua umum PBNU, Gus Dur mengaku itu perintah kiai. Namun, syaratnya, bila nanti NU dibawa ke arah politik. "Kalau NU tandingan itu kan syaratnya NU dibawa ke arah politik. Saya diperintah kiai suruh buat NU tandingan. Tapi, saya bilang tidak mau, kalau belum jelas. Lha wong semuanya itu belum jelas," ujarnya. Ketika ditanya siapa saja kiai yang meminta agar dibuat NU tandingan, Gus Dur mengaku, banyak. "Termasuk KH Abdullah Faqih, kiai Langitan itu. Saya sempat bertemu Abdullah Faqih dua jam saat Lebaran itu. Kemudian Mbah Faqih ngomong, kita itu keluar saja dari NU kalau NU dibawa ke politik praktis," kata dia.
(asy/)










































