Aa Gym dan 1.000 Orang Protes Serangan AS ke Fallujah

Aa Gym dan 1.000 Orang Protes Serangan AS ke Fallujah

- detikNews
Jumat, 26 Nov 2004 16:17 WIB
Jakarta - Seribu orang menghadiri tablig akbar di Masjid Al Azhar menentang serangan pasukan AS ke Fallujah, Irak. Acara diisi ceramah mulai budayawan Taufik Ismail sampai teleconference dengan Aa Gym.Tablig akbar yang digelar di masjid Al Azhar, Jakarta, Jumat (26/11/2004)diisi orasi dan ceramah selama 15 menit secara bergantian oleh beberapa tokoh Islam, diantaranya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, Budayawan Taufik Ismail, Pengamat Intelijen ZA Maulani dan Arifin Ilham.Acara juga diisi teleconference dari Aa Gym. Karena ada gangguan, suara Aa Gym tidak terdengar jelas. Aa Gym mengaku dirinya sedang sakit.Presiden PKS Tifatul Sembiring mengajak hadirin yang hadir berdemo di depan Kedubes AS, Minggu (28/11/2004) besok. "Kita harus lawan, kita harus protes. Menurut Sekjen PBB Kofi Annan, tidak ada mandat dari PBB untuk melakukan invasi ke Irak," ujarnya.Budayawan Taufik Ismail mengatakan dalam sejarah negara yang paling banyak menjatuhkan bom yaitu AS. "Israel ini negara bagian AS, atau AS merupakan provinsi dari Israel. Presiden yang paling banyak menjatuhkan bom adalah presiden AS sudah 30 negara di bom. Untuk di Irak, sudah 3.000 bom dijatuhkan dan 60 ribu serdadu di AS mati," paparnya sambil menunjukkan poster cover buku yang ditulis penulis AS, diantaranya berjudul American Dream Global Nightmare dan The Lies of George W Bush. Taufik juga membacakan sebuah puisi.Ketua FPI Habib Rizieq mengatakan hal yang sama. "Sebagai persaudaraan umat muslim, kita harus melakukan perlawanan terhadap orang-orang kafir. Nggak bisa kita diam, lakukan perlawanan dengan kekuatan yang kita miliki. Yang bisa berteriak maka berteriaklah. Yang mampu turun ke jalan ya turun, yang mampu memberikan bantuan kirimkan dan yang mampu berjihad berangkatlah berjihad," ungkapnya.Posko JihadDalam kesempatan itu, Front Pembela Islam (FPI) membuka posko pendaftaran mujahidin ke Irak. Syaratnya, beragama Islam , laki-laki, berumur 17 sampai 50 tahun, sehat jasmani dan rohani, cerdas, cekatan dan terampil, ada izin orang tua, wali dan keluarga, dapat dukungan istri bagi yang sudah menikah dan melampirkan foto ukuran 2X3 sebanyak 2 lembar serta fotokopi KTP."Sudah ada 27 orang yang mendaftar dari berbagai daerah, diantaranya Medan. Di Petamburan (markas FPI), kita juga buka posko yang sama bahkan sudah ada 500 orang yang mendaftar," kata Husani, petugas posko. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads