Politisi Perempuan PDIP Bicara Soal Poligami

Politisi Perempuan PDIP Bicara Soal Poligami

Moksa Hutasoit - detikNews
Senin, 30 Des 2013 17:09 WIB
Politisi Perempuan PDIP Bicara Soal Poligami
Jakarta - PKS menilai praktik poligami yang dianut Anis Matta wajar karena juga diterapkan oleh tokoh nasional lainnya, termasuk Presiden RI ke-1, Soekarno. Bagaimana tanggapan politisi perempuan PDIP menilai pernyataan itu?

Ketua DPD PDIP Banten Ribka Tjiptaning secara pribadi mengaku tidak setuju dengan praktik poligami. Namun dia menolak untuk mengomentari lebih jauh paham yang dianut oleh Presiden PKS tersebut.

"Kalau secara subjektivitas, saya tidak setuju," papar Ribka di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2013).

Namun dia menganggap publik pasti lebih melihat orang diukur secara kinerjanya. Jika memang poligami namun tidak menggangu kinerjanya, bagi dia tidak ada masalah.

"Soekarno buktinya tidak kurangi kerja untuk rakyat," tutur Ribka.

Sebelumnya Hidayat Nur Wahid turut bicara soal keterbukaan praktik poligami yang ditunjukkan Presiden PKS Anis Matta. Menurut Hidayat, praktik poligami yang dijalani Anis wajar selaiknya yang dilakukan tokoh nasional lainnya.

"Itu adalah bagian yang harus diterima dalam realita politik di Indonesia. Beliau bukan yang pertama kali, Bung Karno juga poligami. Wapresnya Bu Mega waktu itu, Hamzah Haz, juga poligami," kata Hidayat saat dihubungi detikcom, Senin (30/12).

Menurut Hidayat, praktik poligami telah jamak dilakukan oleh tokoh-tokoh nasional. Anis Matta malah harus diapresiasi karena berani menampilkannya secara terbuka, tidak menutup-nutupi.

"Setahu saya itu istri sah beliau, dia tidak siri. Selama ini juga selalu tampil terbuka, media saja yang baru membesar-besarkan," ujar suami dr Diana ini.

Anis Matta membawa istrinya yang berdarah Hungaria bersantai di Taman Suropati, Menteng, pada Selasa 25 Desember 2013.

(mok/ndr)


Berita Terkait