Seorang Kakek di Semarang Dibunuh di Dapur Rumah

Seorang Kakek di Semarang Dibunuh di Dapur Rumah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 30 Des 2013 14:17 WIB
Semarang - Seorang kakek bernama Yohanes Imam Santoso (72) ditemukan tewas di dapur rumahnya di Jalan Bayu Prasetya Timur 1 Blok B nomor 5 Rt 10/3 Kelurahan Bangetayu Kecamatan Genuk, Semarang. Terdapat luka bekas pukulan benda tumpul di dahi kanan dan kepala belakang bagian kiri korban.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya Mery Marlina (36) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu ia bermaksud untuk menjenguk ayahnya, namun ketika masuk ke rumah dan sampai ke dapur, ia mendapati ayahnya sudah tergeletak tidak bernyawa dengan kepala bersimbah darah.

"Waktu saya masuk rumah dan menuju dapur, bapak sudah terlentang, darah di kepala banyak sekali sampai saya tidak kuat melihatnya," kata Mery di lokasi kejadian, Senin (30/12/2013).

Terkejut melihat kondisi ayahnya yang mengenaskan, Mery berlari ke luar rumah sambil berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan Mery langsung menghampirinya.

"Kondisinya mengenaskan, saya kemudian sebisa mungkin meminta warga agar tidak mendekat sampai polisi datang," kata salah satu tetangga korban, Marjuki (55).

Setelah mendapat laporan warga, Tim Inafis Polrestabes Semarang datang dan segera melakukan olah TKP karena dugaan awal korban meninggal karena dirampok. Pihak kepolisian juga menerjunkan anjing pelacak untuk mencari jejak pelaku.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, peristiwa tersebut diduga murni pembunuhan karena ternyata tidak ada barang yang hilang dari rumah korban.

"Setelah dicek, tidak ada barang yang hilang. Diduga motifnya murni pembunuhan," pungkas Djihartono di lokasi.

Selain itu polisi juga menemukan batako berlumuran darah di rak sepatu. Diduga batako tersebut yang digunakan pelaku untuk menghantam kepala korban hingga tewas, sedangkan pelaku diduga masuk dengan cara melompati tembok belakang dan kabur melalui pintu depan.

"Ada batako berlumuran darah di rak sepatu, jaraknya sekitar tiga meter dari korban," tandasnya.

(alg/mad)


Berita Terkait