Banjir di Rohil Makin Meluas, 3.200 Rumah Terendam Air

Banjir di Rohil Makin Meluas, 3.200 Rumah Terendam Air

- detikNews
Jumat, 26 Nov 2004 14:54 WIB
Pekanbaru - Banjir di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau sudah dua pekan ini belum juga menyusut. Lebih dari 3.200 rumah penduduk masih terendam air.Banjir dari luapan Sungai Rokan di Rohil sudah dua pekan ini belum juga terlihat tanda-tanda akan surut. Ketinggain air pun sudah melebihi batas normal. Sebelumnya air hanya menggenang setinggi 3 meter. Kini dengan cuaca yang terus hujan, luapan air Sungai Rokan bertambah menjadi 6 sampai 7 meter di sejumlah kawasan.Banjir ini terjadi di tiga kecamatan yang ada, antara lain, Kecamatan Tanaputih, Kecamatan Pujud dan Rantau Bais. Tidak hanya rumah penduduk yang terendam air. Sejumlah perkantoran di pedesaan serta sekolah juga terendam.Dilaporkan tiga gedung SD di daerah tersebut terendam air dengan ketinggian 1 meter. Akibatnya, pekan ini, SD di Pujud, Rangau dan Tanahputih terpaksa diliburkan. Hal itu dimungkinkan karena tidak ada tempat lainnya untuk bisa dijadikan ruang belajar mengajar. Seluruh wilayah di desa tersebut terendam air.“Sudah lima hari anak saya tidak bisa sekolah. Karena seluruh ruangan gedungnya terendam air. Belum ada tanda-tanda air menyusut,” kata Ramdani salah seorang warga Desa Rangu kepada detikcom. Kepala Dinas Perhubungan Rohil Wan Ahmad Syaiful kepada detikcom per telepon mengatakan, sudah dua pekan ini juga jalan penghubung antara Kabupaten Rohil dengan kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terputus. Ketinggian air di badan jalan penghubung itu rata-rata setinggi 1,5 sampai 2 meter.“Apalagi jalan penghubung itu merupakan jalan tanah yang belum diaspal. Karenanya jalan tersebut sama sekali tidak bisa dilintasi kendaraan umum,” kata Wan Ahmad.Para korban banjir juga mengeluh bila mereka kekurangan air bersih. Sebab, seluruh wilayah desa mereka terendam air. Luapan air dari Sungai Rokan itu belum juga menunjukkan tanda-tanda akan surut. Karenanya, mereka sangat mengharapkan bantuan air bersih dari pemerintah setempat.“Kami sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan keluarga kami. Karena sumur-sumur masyarakat tidak bisa berfungsi akibat banjir. Lagi pula mana mungkin untuk kebutuhan dapur kami menggunakan genangan air yang ada di halaman rumah kami,” kata Ramdani. Selain mengeluhkan kebutuhan air bersih, warga setempat juga membutuhkan bantuan dari pemerintah berupa sembako dan obat-obatan. Apalagi dalam dua pekan ini, warga pemilik areal pertanian tidak bisa bekerja. Karena seluruh areal pertanian karet, kelapa sawit dan sawah penduduk terendam air."Kami juga butuh bantuan obat-obatan untuk mencegah penyebraan penyakit, seperti diare, maria dan yang lainnya," kata warga. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini