Bush Perintahkan CIA Rekrut Agen Spionase Lebih Banyak
Jumat, 26 Nov 2004 13:41 WIB
Jakarta - Presiden AS George W Bush memerintahkan badan intelijen CIA untuk merekrut lebih banyak mata-mata guna meningkatkan perang melawan teror. Direktur Central Intelligence Agency (CIA) yang baru, Porter Goss diberi Bush waktu 90 hari untuk menyusun jadwal dan anggaran guna menambah hingga 50 persen jumlah agen spionase di lapangan dan menambah analis dan spesialis bahasa.Demikian menurut memorandum Bush yang dirilis ke publik pekan ini seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (26/11/2004).Bush juga ingin melipatgandakan jumlah agen di departemen riset dan pengembangan yang memburu senjata pemusnah massal. Tambahan staf CIA ini merupakan bagian dari rekomendasi yang disampaikan tim investigasi resmi seputar peristiwa hitam 11 September 2001.CIA bersama Biro Investigasi Federal (FBI) telah mendapat kritikan keras karena reaksi mereka yang lamban atas gejala-gejala penyerangan al Qaeda sebelum terjadinya serangan 11 September. Juga atas adanya informasi mengenai senjata pemusnah massal yang digunakan untuk menjustifikasi invasi AS ke Irak. Namun tidak ada satu pun senjata pemusnah yang ditemukan di negeri itu.CIA merupakan badan intelijen terbesar di dunia. Jaringan tersebut memiliki 17 ribu staf dan anggaran tahunan sebesar US$ 3,1 miliar. Pada tahun 1990-an, setelah jatuhnya Uni Soviet, CIA mengurangi jumlah agen spionasenya di lapangan dan lebih banyak memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendapatkan informasi.Jumlah mata-mata CIA kemudian mulai diperbanyak sejak peristiwa 11 September. Dan kini pemerintahan Bush ingin mempercepat proses penambahan agen CIA. Beberapa ribu agen baru diperkirakan akan direkrut dalam tahun-tahun mendatang.
(ita/)











































