KADIN Minta Polandia Tingkatkan Bantuan 400 Juta Dolar AS
Jumat, 26 Nov 2004 12:41 WIB
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mengupayakan peningkatan bantuan dari pemerintah Polandia. Bantuan tersebut nantinya akan digunakan dalam rangka pengadaan di lingkungan TNI/Polri. Hal ini disampaikan ketua KADIN untuk Indonesia-Polandia Nyoman Dhamantra dalam pertemuan dengan Komisi I DPR di gedung DPR/MPR Jl. Gatot Soebroto Jakarta, Jumat (26/11/2004) siang. Dalam pertemuan Nyoman juga membawa perwakilan dari 15 perusahaan produsen senjata dan alat pertahanan asal Polandia. "Untuk tahun anggaran 2004, KADIN sedang mengupayakan agar pemerintah Polandia bisa meningkatkan bantuan sampai 400 juta dolar AS dalam rangka pengadaan di lingkungan TNI/Polri," jelas Nyoman. Kendati demikian, menurut Nyoman rincian bantuan masih dalam tahap finalisasi. "Antara lain Angkatan Darat (AD) ingin membeli helikopter tempur Sokol satu skuadron, sedangkan Angkatan Laut (AL) ingin membeli mine hunter dan mine sweeper, sedangkan Angkatan Udara (AU) rudal dan heli. Ini sudah disampaikan ke Dephan, diusahakan direalisasikan di 2004-2005," paparnya.Lebih lanjut lagi, Nyoman menjelaskan untuk tahun anggaran 2003, pemerintah Polandia telah memberi bantuan 135 juta dolar AS. 75 juta dolar dialokasikan untuk TNI, 60 juta dolar untuk Kepolisian."75 juta dolar AS diserap TNI AL untuk kepentingan Maritim Patrol Aircraft yang saat ini sedang difinalisasikan kontraknya di Dephan. Sedangkan 60 juta dolar dialokasikan untuk Kepolisian, yaitu helikopter dua buah, fix wing empat buah, dan kapal patroli cepat," jelas Nyoman. Ketua Komisi I DPR, Theo L Sambuaga menyatakan DPR nantinya hanya bersifat sebagai pengawas bila kerjasama telah terwujud . "Kami hanya menerima mereka sebagai delegasi, tapi mengenai bantuan kredit ekspor mereka dapat langsung berhubungan dengan pemerintah," demikian Theo.
(dit/)










































