Berdasarkan pantauan detikcom, Sabtu (28/12/2013), pusat kawasan Kota Tua, persisnya di Taman Fatahillah, dipadati oleh pengunjung. Sebagian dari mereka asik berfoto dengan latar belakang Museum Sejarah Jakarta. Yang lainnya menyewa sepeda onthel warna-warni untuk berkeliling. Ada pula pengunjung yang mencari tempat teduh, lalu menggelar tikar untuk bersantai.
Ali Fikri (68) yang sudah puluhan tahun tinggal di Jakarta mengajak adiknya Ida (40) untuk berlibur di ibukota. Ida yang berasal dari Bengkulu tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al Fikri, Ida, dan keluarga besarnya sudah mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik. Mereka mengaku terkagum-kagum saat melihat koleksi museum tersebut.
Liburan sekolah anak-anaknya juga dimanfaatkan oleh Nunung (38), ibu rumah tangga asal Semarang, untuk menikmati suasana tempo dulu di Kota Tua. Kunjungan pertamanya ke objek wisata ini cukup memberikan kesan mendalam bagi ia dan kedua anaknya.
"Di sini suasananya enak ya, murah juga. Dibanding ajak anak-anak ke Dufan, wah berapa banyak tuh keluar uangnya hahaha," kata Nunung.
Namun Nunung sempat kecewa karena tidak bisa masuk ke Museum Sejarah Jakarta. Ia tidak mengetahui bahwa museum tersebut ditutup karena sedang renovasi.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Anita (30), warga Batam yang datang bersama seorang anaknya. Meskipun gagal mengunjungi museum karena sudah tutup, ia tetap menikmati suasana Kota Tua secara keseluruhan.
"Banyak sekali hiburannya, mau naik sepeda bisa, jajanan khas Jakarta ada, foto-foto juga. Sayang tadi Museum Wayang sudah tutup dan Museum Sejarah Jakarta lagi direnovasi jadi tidak sempat masuk," ujar Anita.
(ega/ega)










































