Jelang Muktamar NU, Gus Dur Temui Gus Mus
Jumat, 26 Nov 2004 10:52 WIB
Jakarta - Menjelang muktamar NU, mantan Ketua Umum PBNU Gus Dur terus menggalang kekuatan. Dia dengan tegas tidak menginginkan Hasyim Muzadi untuk memimpin PBNU kembali. Dia menjagokan KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Jumat (26/11/2004), Gus Dur menemui Gus Mus. Sampai pukul 10.43 WIB, Gus Dur masih berada di rumah Gus Mus, di kompleks Pondok Pesantren Roudlatuttalibien, Kecamatan Leteh, Rembang, Jawa Tengah. "Gus Dur masih di sini, sedang makan-makan di (ruang) belakang dengan bapak," kata salah satu putri Gus Mus, Almas, saat dihubungi detikcom. Gus Dur sendiri datang ke Pondok Pesantren pimpinan Gus Mus itu pada pukul 09.00 WIB. Gus Dur bertolak dari Surabaya pada pukul 07.30 WIB. Di pondok pesantren ini, Gus Dur menjadi pembicara sarasehan Pra Muktamar NU yang digelar oleh Pimpinan Pusat IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama). Sarasehan sendiri digelar sejak Kamis (25/11/2004) kemarin. Rencananya, hari ini sarasehan ditutup. Yang kebagian mengisi materi pada hari ini, antara lain, Gus Dur dan Gus Mus. Sekitar pukul 10.30 WIB, Gus Dur selesai memberikan materi pada sarasehan itu. Selanjutnya, Gus Dur menuju rumah Gus Mus, yang berada di kompleks pesantren itu. "Pertemuan dengan Gus Dur, hanya karena bapak (Gus Mus) sebagai tuan rumah," kata Almas. Pertemuan Gus Dur dengan Gus Mus sendiri diyakini sebagai pertemuan penting. Pasalnya, jauh-jauh hari, Gus Dur sudah menyebut nama Gus Mus sebagai calon kuat ketua umum PBNU. Gus Dur menjagokan Gus Mus. Namun, beberapa waktu lalu, Gus Mus sempat menolak dijadikan kandidat orang nomor satu di organisasi 'kaum sarung' itu. Namun, kabar terakhir, Gus Mus bersedia menjadi calon ketua umum PBNU. Kesiapan Gus Mus ini disampaikan oleh KH Attabik Ali, pengasuh Ponpes Krapyak Yogyakarta. Attabik mengaku telah bertemu Gus Mus dan melakukan tabayyun. Hasilnya, Gus Mus bersedia dicalonkan. Bisa jadi, dalam pertemuan di Rembang ini, Gus Dur meyakinkan kembali bahwa Gus Mus adalah tokoh yang paling layak sebagai calon ketua umum PBNU. Hanya saja, sampai sekarang Gus Mus belum berkomentar secara langsung tentang kesediaan pencalonan itu.
(asy/)











































