"Konteks Bung Karno berbeda. Bung Karno itu seorang pejuang revolusioner," kata Direktur Political Communication Institute, Heri Budianto, di Hotel Puri Denpasar, Jl Rasuna Said, Jakarta, Jumat (27/12/2013).
Jika konteks sejarah Soekarno berlatar belakang perjuangan melepas penjajahan, maka konteks Anis Matta menjadi lain di era modern. Kultur Indonesia sekarang cenderung memandang miring orang berpoligami.
"Kalau dari sisi agama itu tidak dilarang. Tapi kultur kita tidak terbiasa. Dia akan menerima konsekuensi, bisa jadi bumerang politik," nilai Heri.
Terlepas dari konsekuensi yang harus diterima Anis, Heri mengapresiasi langkah jujur Anis mengungkap kehidupan keluarganya.
"Langkah berani itu patut didorong. Kejujuran ingin ditunjukkan. Tapi jujur saja tidak cukup. Akan ada konsekuensinya," pungkasnya.
(van/nrl)











































