"Sejak awal kita menyakini akan perubahan itu. Saya kira tulang punggungnya ketika bisa menghadirkan perempuan-perempuan dalam pentas politik. Karena kita katakan bahwa, inilah salah satu indikator bagaimana kita melakukan perubahan dalam negeri ini," ujar Ferry Mursyidan Baldan kepada wartawan usai acara Deklarasi Perjuangan Perempuan Partai NasDem dan Penghargaan Partai NasDem untuk Perempuan Perubahan, di Hotel JW Marriott Surabaya, Jumat (27/12/2013).
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem ini mengakui prihatin atas kejadian yang menimpa perempuan terlibat kasus korupsi, sehingga bisa merusak keterlibatan perempuan di dunia politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target Partai NasDem di Pemilu 2014 adalah masuk tiga besar. Pihaknya optimis dapat meraihnya karena didasari jumlah simpatisannya yang saat ini mencapai sekitar 13,9 juta orang.
"Kami optimis bisa terus meningkat hingga 20 juta orang," katanya.
NasDem pun juga menyiapkan caleg perempuan yang mencapai kuota 40,1 persen. Dari jumlah tersebut, dirinya enggan membeberkan berapa caleg perempuan yang duduk di kursi legislatif.
"Soal keterpilihan, kita dorong semaksimal mungkin. Namun hasil akhirnya kita serahkan ke masyarakat," tandasnya sambil menambahkan, NasDem akan mendorong posisi perempuan sebagai ibu bangsa ini.
Dalam acara tersebut juga digelar Deklarasi Perjuangan Perempuan Partai NasDem. Beberapa caleg perempuan NasDem pun membacakan 5 poin deklarasi perjuangan perempuan diantaranya 'Perjuangan politik perempuan Partai NasDem membawa manfaat tidak saja bagi perempuan, tetapi juga bagi kaum laki-laki, bahkan kemanfaatan bagi negara dan bangsa Indonesia dengan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera, yang didukung oleh partisipasi aktif perempuan dan laki-laki dalam perspektif pengarus-utamaan gender'.
Selain itu juga memberikan penghargaan kepada Perempuan Perubahan. Sebanyak 6 perempuan yang menddapatkan penghargaan dari Partai NasDem diantaranya, Mbok Temu, pelestari tari Gandrung Banyuwangi yang hingga usia lanjut masih tetap mengumandangkan tembang-tembang indah.
(roi/van)










































