"Kejadiannya masih pagi sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB," kata Abdul Rohim, Ketua Komunitas Sapu Bersih Ranjau (Saber) Paku, kepada detikcom, Kamis (27/12/2013). Rohim yang sedang berpatroli terlibat dalam penangkapan Bejo.
Berikut ini adalah kronologi pembakaran motor penebar ranjau paku tersebut :
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul Rohim melakukan penyisiran ranjau paku di flyover Roxy arah ke Cideng, Jakarta Pusat. Lokasi ini merupakan salah satu lokasi paling rawan ranjau paku di Jakarta. Para penebar paku ini biasanya menjatuhkan paku sehingga banyak pemotor yang jadi korban dan harus mencari tukang tambal ban terdekat.
- Pukul 07.00 WIB
Abdul Rohim bertemu dengan rekannya, Yosi, dari komunitas Semut Orange di sekitar Cideng, Jakarta Pusat. Saber dan Semut Orange merupakan dua komunitas yang secara sukarela melakukan pembersihan ranjau paku di kawasan flyover Roxy hingga Cideng.
- Pukul 07.15 WIB
Abdul Rohim kembali melakukan penyisiran di kawasan Cideng. Dia melihat Yosi sedang berdebat dengan seorang pemotor yang memakai helm full face. Rohim kemudian berputar menghampiri Yosi. Ternyata pemotor yang berdebat dengan Yosi merupakan penebar ranjau paku. Rohim ikut membantu meringkus pemotor tersebut. Dia memegangi pemotor itu dan mencabut kunci motor hitam yang dipakai untuk menebarkan paku tersebut.
- Pukul 07.30 WIB
Massa berdatangan ke arah penebar ranjau paku tersebut. Warga yang marah kemudian menghajar pelaku bernama Bejo. Pria ini kemudian terkapar di tengah jalan dengan wajah berdarah-darah. Massa yang marah kemudian membakar motornya.
Saat itu ada seorang petugas kepolisian yang berada di lokasi tersebut. Namun karena kewalahan menghalau massa. Petugas kemudian memanggil bantuan ke Polsek Gambir. Ketika bala bantuan datang, Bejo langsung diamankan.
(nal/nrl)










































