"Menurutku publik lebih menerima Jokowi daripada Mega, memang faktanya Jokowi lebih pas menggantikan Mega. Akan tetapi ada tarik-menarik yang tak mudah diselesaikan di internal partai sehingga memunculkan faksi-faksi," ujar Arie saat berbincang dengan detikcom, Kamis (26/12/2013) malam.
Faksi-faksi yang muncul di internal PDIP adalah yang menghendaki pencapresan Mega dan yang menghendaki Jokowi (Pro Jokowi/Projo). Simpatisan PDIP Projo kemudian mengeluarkan empat nama yang dinilai cocok mendampingi Jokowi yakni Puan Maharani, Prananda, Prabowo, dan Chairul Tanjung (CT).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum Ormas Pergerakan Indonesia ini pun berpendapat bahwa tarik menarik antara Puan dan Prananda di internal PDIP yang akhirnya memunculkan kembali figur Mega. Sementara itu Jokowi membutuhkan pasangan duet yang tegas untuk dapat mengimbanginya.
(bpn/jor)











































