Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari telah memaafkan pelaku pembobol akun facebooknya yang digunakan untuk penipuan. Hajriyanto justru berencana untuk menyekolahkan pelaku di sekolah Muhammadiyah.
"Menurut saya si Hamdi Pulungan ini anak yang pintar dan cerdas, hanya saja kepintaran dan kecerdasannya disalurkan secara tidak benar," ucap Hajriyanto Thohari kepada detikcom, Jumat (27/12/2013).
"Oleh karena itu PP Muhammadiyah berkehendak untuk menyekolahkan si Hamdi di lembaga pendidikan Muhammadiyah yang cocok dengan kecerdasannya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan Hamdi dapat segera melanjutkan sekolah di Muhammadiyah dan menjadi anak yang cerdas dan baik," ucap Hajriyanto yang juga ketua LAZISMU PP Muhammadiyah itu.
Sementara soal proses hukum dan kelanjutan laporannya di Polda Metro Jaya, Hajriyanto menyatakan perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan Polda Metro Jaya.
"Saya akan berkomunikasi dan berkonsultasi dengan Polda Metro Jaya berkenaan dengan permohonan keluarga Hamdi, khususnya Ibundanya agar saya mencabut laporan saya," ujarnya.
"Rasanya kurang etis kalau saya mencabut dengan begitu saja laporan saya ke Polisi. Intinya, saya terenyuh dengan keluarga itu," imbuh politisi Golkar itu.
Nurhamdi Irawan Pulungan diketahui ternyata tidak tamat STM karena terkendala biaya alias Drop Out. Nurhamdi kini menjadi pencuci piring di warung ibunya dan sesekali berdagang baju dan sandal.
"Dia ini memang pintar, pintarnya macem mana ya? Memang dia suka ke warnet, 24 jam pun tahan dia di warnet. Dia itu tamatnya SMP, STM nggak tamat, waktu mau Ebtanas ada masalah apa begitu, suka ditanya uang sekolah, dia lantas nggak mau dia sekolah. Sayanglah," kata sepupunya, Ari Pandanu, saat dihubungi detikcom, Kamis (26/12).
Setelah DO dari STM itu, kini Nurhamdi sehari-hari menjadi pencuci piring di warung lontong milik ibunya. "Kalau punya modal, kadang dia jual sandal, kadang jual baju di pekan (pasar), kadang di kaki lima," imbuhnya.
(/jor)










































