Corporate Secretary PT Jasamarga, David Wijayatno mengatakan, ruas jalan tol ini tersambung dengan Ruas JORR W1 (Puri Indah-Kamal) dan Jalan Tol Prof Dr. Sediyatmo. Diperkirakan akan ada sekitar 30.000 kendaraan per hari yang melewati JORR W2 Utara segmen Kebon Jeruk-Ciledug.
"Jalan tol sepanjang 5,8 km ini telah selesai seluruh proses penyelesaian perangkat rambu lalu lintas, pemasangan peralatan di seluruh gardu tol, pengecatan marka jalan, dan landscaping atau pertamanan di sepanjang jalan tol. Serta telah melalui proses uji laik fungsi oleh Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan," ujar David dalam keterangan persnya kepada detikcom, Kamis (27/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Segmen Kebon Jeruk-Ciledug berjarak sekitar 5,8 km yang termasuk dalam paket ketiga inilah yang akan diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Pekerjaan Umum Jumat ini," katanya.
"Untuk paket keempat, proses pembebasan lahan sudah hampir rampung, tinggal proses pengosongan mengingat banyak lahan yang dibebaskan masih ditempati pemiliknya. Untuk paket Ciledug-Ulujami sampai saat ini progres pelaksanaan konstruksi mencapai 47%. Diharapkan pelaksanaan konstruksi dapat diselesaikan 6-7 bulan ke depan," sambungnya.
Apabila jalan tol JORR W2 utara tersebut secara keseluruhan sudah dioperasikan, maka Ruas JORR secara keseluruhan akan tersambung yang berarti akan menghubungkan 5 ruas tol yang sudah beroperasi, yaitu Jakarta–Cikampek, Jagorawi, Jakarta-Tangerang, Jakarta–Serpong dan Tol Soediyatmo (bandara).
"Sehingga kendaraan dari arah Bekasi dan Bogor yang akan menuju bandara atau Tangerang dan sebaliknya, tidak perlu lagi melintas di tol dalam kota Jakarta. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di ruas Tol Dalam Kota (Cawang-Tomang)," ujar David.
(jor/bag)











































